TVRINews, Yogyakarta
Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta proses pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda dilakukan secara maksimal. Upaya pencarian diminta melibatkan seluruh potensi yang tersedia, termasuk pemanfaatan berbagai teknologi terbaru yang dapat membantu mendeteksi keberadaan para jurnalis.
Pencarian terhadap para jurnalis dan kru kapal tersebut dinilai perlu dilakukan melalui berbagai jalur. Kondisi bencana yang bersifat tidak terduga membuat seluruh upaya harus ditempuh untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan mereka.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan pihaknya menghargai upaya seluruh aparat dan pihak terkait yang terus melakukan pencarian. Menurutnya, teknologi dan berbagai metode pencarian perlu dimanfaatkan secara optimal mengingat kondisi di sekitar Gunung Anak Krakatau sulit diprediksi.
“Kita menghargai seluruh pihak dan aparat yang terus mencarikan, tentu gunakan berbagai jalur, berbagai teknologi yang diperlukan yang bisa mendeteksi hilangnya warga itu. Karena memang musibah seperti ini memang unpredictable, sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga memperhatikan musibah kita ini seperti yang ada di Gunung Anak Krakatau dan gunung lain. Level-level yang diberikan pemerintah itu kan sebenarnya batas, tapi kewaspadaan itu milik kita semua,” ujar Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Senin, 14 September 2026.
Selain mengandalkan aparat dan tim pencarian, Muhammadiyah menilai keterlibatan masyarakat juga diperlukan untuk mempercepat proses pencarian. Seluruh potensi yang ada diharapkan dapat disatukan untuk menghadapi situasi bencana.
Muhammadiyah juga mengajak masyarakat meningkatkan resiliensi, mitigasi, dan kewaspadaan terhadap potensi bencana di masing-masing daerah. Masyarakat diminta menaati setiap imbauan dan peringatan yang disampaikan lembaga terkait.
Warga yang tinggal di kawasan rawan bencana, khususnya di sekitar gunung berapi, juga diminta selalu waspada dan tidak mengabaikan peringatan bahaya. Hal tersebut termasuk bagi anak-anak muda yang terbiasa melakukan pendakian gunung agar menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas pendakian ketika kondisi dinyatakan berbahaya.










