TVRINews, Yogyakarta
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, masyarakat Padukuhan Manding, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, kembali menggelar Merti Dusun 2026. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan dan limpahan berkah, sekaligus sebagai upaya melestarikan tradisi serta budaya lokal.
Ratusan warga dari delapan RT di Padukuhan Manding bersama organisasi kepemudaan memadati jalanan di sekitar wilayah padukuhan untuk mengikuti kirab budaya. Masing-masing RT menampilkan beragam atraksi, mulai dari bergada, kesenian tradisional, hingga potensi dan kreativitas warga yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.
Sepanjang rute kirab, masyarakat tampak antusias menyaksikan berbagai penampilan peserta. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong, kekompakan, dan kepedulian masyarakat dalam menjaga warisan budaya.
Antusiasme terlihat dari keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, kaum muda, hingga orang tua. Keterlibatan lintas generasi ini menunjukkan bahwa tradisi Merti Dusun masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan warga.
Ketua RT 03 sekaligus peserta kirab, Ghofar Ismail, menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan warga dalam memeriahkan Merti Dusun tahun ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan digelar dengan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang.
“Kami semua warga RT ikut serta memeriahkan Merti Dusun 2026. Harapannya, ke depan semakin luas keterlibatan warga dalam Merti Dusun, lebih meriah lagi acaranya, dan semakin positif kegiatannya. Sukses selalu untuk Dukuh Manding,” ujar Ghofar, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.
Sementara itu, Dukuh Manding, Sutriana, mengatakan Merti Dusun bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, sekaligus mengangkat berbagai potensi yang dimiliki masyarakat.
"Merti Dusun ini diadakan karena yang pertama, kami berharap semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan kemakmuran bagi warga Manding, Tuluba, dan Batu. Kami juga berharap dengan adanya Merti Dusun ini dapat menambah kekompakan, persatuan, dan kesatuan antara tetangga serta masyarakat, khususnya masyarakat Manding,” ujar Sutriana.
Merti Dusun Padukuhan Manding tahun 2026 difasilitasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul melalui Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2026.
Melalui pelaksanaan Merti Dusun, masyarakat diharapkan terus menjaga kearifan lokal dan semangat gotong royong. Tradisi tersebut juga diharapkan dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari jati diri masyarakat Kabupaten Bantul.








