TVRINews, Yogyakarta
Benteng Vredeburg menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. Mulanya, benteng bergaya arsitektur Eropa ini dibangun atas permintaan pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1765 dengan nama Rustenberg atau tempat istirahat.
Belanda saat itu berdalih pembangunan benteng untuk menjaga keamanan Keraton Yogyakarta, tetapi tujuan sesungguhnya adalah untuk mengawasi aktivitas Sri Sultan Hamengku Buwono I.
Pada tahun 1867, gempa bumi besar merusak bangunan Benteng Rustenberg. Setelah diperbaiki, namanya diubah menjadi Benteng Vredeburg yang berarti perdamaian.
Sejumlah peristiwa besar yang terjadi, Benteng Vredeburg pernah menjadi saksi peristiwa Geger Sepehi pada tahun 1812. Saat itu, Inggris bersama tentara bayaran asal India bernama Sepehi menyerang Keraton Yogyakarta.

Kemudian, pada masa pendudukan Jepang, Benteng Vredeburg dijadikan markas militer dan tempat tahanan. Pascakemerdekaan, Benteng Vredeburg pernah menjadi markas Tentara Keamanan Rakyat saat ibu kota Republik Indonesia berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Namun, benteng segera dikuasai Belanda saat menjalankan Agresi Militer.
Peristiwa besar yang mengiringi kala itu terjadi pada 1 Maret 1949. Benteng Vredeburg yang menjadi basis pertahanan Belanda diserang para pejuang Indonesia dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret.
Saat ini, Benteng Vredeburg beralih fungsi menjadi museum khusus perjuangan untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia.

Edukator Museum Benteng Vredeburg, Laksana Matahari, mengatakan keberadaan museum diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan sejarah, tetapi juga mendorong pengunjung untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan.
"Harapannya nanti pengunjung setelah berkunjung ke museum ini mampu merefleksikan diri, mau belajar, bagaimana mengetahui perjuangan-perjuangan para pahlawan dari zaman dulu itu bisa menjadi gambaran pembelajaran bagi pengunjung,” ujar Laksana kepada tvrinews.com, Selasa, 11 Agustus 2026.
Museum Benteng Vredeburg saat ini banyak menyimpan ratusan benda bersejarah dan berbagai replika peninggalan masa kolonial hingga era kemerdekaan. Berbagai peristiwa bersejarah disajikan melalui diorama-diorama untuk menarik pengunjung.








