TVRINews, Sleman
Kemunculan api misterius di sebuah rumah yang juga menjadi lokasi usaha pemotongan ayam dan katering di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih terus terjadi. Hingga Kamis sore, hari ke-13 sejak kejadian pertama, api tersebut sudah muncul sebanyak 97 kali.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di rumah milik Agus dan Mutviana, tetapi juga dilaporkan muncul di dua rumah milik tetangga.
Mutviana menyampaikan sejak api misterius muncul di rumahnya, omzet usaha pemotongan ayam dan katering yang dikelolanya menurun tajam. Saat ini, usaha hanya melayani pesanan yang sudah masuk sebelum peristiwa terjadi.
Menurutnya, hingga hari ke-13, hampir tidak ada pelanggan baru yang datang. Hanya satu hingga dua konsumen yang tetap membeli karena sudah memahami kondisi yang terjadi.
“Kerugiannya tentu dari omzet yang menurun drastis. Selain itu, barang-barang yang terbakar juga menjadi bagian dari kerugian. Jika diakumulasikan, kerugiannya sekitar Rp40 juta hingga Rp70 juta sampai sore ini,” ujar Mutviana, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menambahkan, dampak kejadian tersebut sangat terasa terhadap usaha yang dijalankan. Layanan pemotongan ayam dan katering hampir tidak menerima pesanan baru.
“Tidak ada sama sekali pesanan yang masuk, kecuali yang memang sudah ada kesepakatan sebelumnya. Sejak rumah kami disegel pada Minggu pagi hingga Minggu malam, pesanan benar-benar berhenti. Sampai hari ini pun sangat minim. Hanya ada satu atau dua pelanggan yang memang sudah biasa datang ke rumah,” katanya.
Selain kerugian finansial, Mutviana juga mengaku kondisi fisiknya menurun karena kurang istirahat. Selama hampir dua pekan terakhir, ia hanya tidur sekitar tiga jam per hari untuk menjaga dan waspada jika api kembali muncul.
Usai mengikuti rapat koordinasi lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, Mutviana menyatakan akan mempertimbangkan saran untuk memindahkan sementara lokasi usaha. Langkah ini dinilai dapat menjaga agar usaha pemotongan ayam dan katering tetap berjalan di tengah situasi yang belum kondusif.
Hingga kini, penyebab kemunculan api misterius tersebut masih menjadi perhatian berbagai kalangan dan dalam proses penyelidikan.
Peristiwa ini tercatat terjadi sejak awal dan hingga 5 Juni 2026 masih berlangsung.










