TVRINews, Yogyakarta
Cabang olahraga atletik dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Sleman mempertandingkan total 16 medali emas. Nomor yang dilombakan terbagi dalam delapan kategori putra dan delapan kategori putri, dengan melibatkan atlet dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman.
Persaingan antarwilayah berlangsung cukup ketat dan merata. Meski demikian, sejumlah kapanewon seperti Godean, Pakem, Sleman, dan Seyegan masih menjadi kekuatan utama dalam cabang atletik. Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai lumbung atlet yang telah menembus level nasional.
Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Pengkab Sleman, Aris Priyanto, menyebut ajang Porkab menjadi momentum penting dalam menjaring atlet muda berbakat sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Daerah 2027 dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah.
“Dari Porkab tahun ini, kami melihat munculnya beberapa atlet usia sekolah dasar yang sebelumnya belum masuk dalam pantauan. Namun, mereka mampu menunjukkan performa yang cukup menjanjikan,” ujarnya.
Aris mencontohkan salah satu atlet muda dari wilayah Mayudan yang tampil impresif di nomor 400 meter meski masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar.
“Ada atlet usia SD di luar pantauan kami yang tampil sangat baik. Sena dari Mayudan, misalnya, masih kelas 2 SD tetapi sudah mampu mencatat waktu yang cukup bagus di nomor 400 meter,” tambahnya.

Ia menjelaskan, nomor lari jarak pendek seperti 100 meter dan 400 meter cenderung mengandalkan bakat alami.
Sementara nomor jarak menengah hingga jauh, mulai 800 meter ke atas, membutuhkan latihan yang lebih intensif dan terukur.
Selain menjadi ajang kompetisi, Porkab Sleman juga berperan dalam memasyarakatkan olahraga atletik di kalangan generasi muda. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya atlet belia yang mulai menunjukkan potensi dan berambisi mengharumkan nama daerahnya.
Salah satu atlet muda, Hafiz Alifiansyah, mengaku memilih atletik karena sesuai dengan minat dan kemampuannya.
“Saya suka lari cepat, jadi merasa cocok di atletik. Yang penting terus melatih kecepatan dan kekuatan otot kaki,” katanya.
Meski dikenal sebagai cabang olahraga yang tidak mudah dikembangkan, atletik tetap menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak dalam berbagai ajang olahraga daerah.
Hal ini menjadi tantangan bagi PASI Sleman untuk terus mencetak atlet berprestasi sekaligus mempertahankan dominasi sebagai juara umum Popda DIY.










