TVRINews, Yogyakarta
Puluhan pelajar dari berbagai SMA dan SMP sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti kegiatan dialog bertajuk “Aksi Bersama untuk Ruang Aman” yang digagas Ruang Kolaborasi Pemuda.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk berdiskusi dan bertukar pandangan secara terbuka tanpa kekerasan, sekaligus mencari solusi bersama terkait persoalan kenakalan remaja di lingkungan sekolah.
Penyelenggara menilai, persoalan kenakalan remaja tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan kekerasan maupun konflik antarkelompok, melainkan melalui dialog dan kolaborasi yang sehat.
Selama ini, Ruang Kolaborasi Pemuda lebih banyak menyasar kalangan mahasiswa dan komunitas pemuda. Namun kali ini, fokus diarahkan kepada pelajar agar mereka memiliki ruang aman untuk menyampaikan pendapat lintas sekolah.
Melalui forum ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk mengubah stigma negatif kenakalan remaja menjadi arah kompetisi yang lebih positif.
Penyelenggara kegiatan, M. Azruri Faizal, mengatakan pelajar perlu diberikan ruang untuk berproses dan berkolaborasi secara sehat.
“Pelajar ini perlu bergerak secara kolektif agar bisa membangun narasi baru, bahwa kenakalan remaja dapat diarahkan menjadi sesuatu yang lebih positif melalui ruang dialog dan kompetisi yang sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menilai forum seperti ini penting untuk menciptakan ruang aman bagi generasi muda. Menurutnya, kenakalan remaja bukan hanya persoalan perilaku, tetapi juga cerminan kondisi sosial yang perlu dibenahi bersama.
“Kita berharap jika ada perilaku menyimpang di kalangan remaja, itu tidak menjadi budaya yang berlanjut ke generasi berikutnya,” kata Sukamta.
Kegiatan ini juga dihadiri Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini serta Dirbinmas Polda DIY Bagiyo Hadi Kurniyanto. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan remaja.
Melalui dialog ini, para peserta berharap tercipta perubahan cara pandang terhadap kenakalan remaja, dari yang semula dianggap masalah menjadi semangat untuk membangun lingkungan yang lebih aman dan positif di Yogyakarta.










