TVRINews Kulon Progo
Pelaksanaan program Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Kabupaten Kulon Progo terus digencarkan. Salah satu kegiatan dipusatkan di Bulak Sawah Kaligintung, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon.
Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi yang dipimpin langsung Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko. Pembangunan ini memanfaatkan anggaran dana desa sebagai upaya memperkuat sektor pertanian.

Selain saluran irigasi, proyek yang dikerjakan juga mencakup rabat beton dan talut. Infrastruktur tersebut tidak hanya mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga memperbaiki akses jalan penghubung antarwilayah desa. Pemerintah daerah turut memberikan bantuan uang secara simbolis kepada warga yang terlibat dalam pembangunan sebagai bentuk dukungan.
Ambar menegaskan, program BBGRM menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kulon Progo, sekaligus mengatasi persoalan kemiskinan.
“Target BBGRM ini yang pertama adalah pemerataan pembangunan di Kabupaten Kulon Progo, dan yang kedua adalah pengentasan kemiskinan. Tahun 2026 anggaran infrastruktur kita naik dari Rp20 miliar menjadi Rp39 miliar, dan mudah-mudahan tahun depan bisa mencapai Rp50 miliar,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun ini pemerintah mengalokasikan pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 264 unit, yang terdiri dari 189 unit dari APBD dan 75 unit dari anggaran sosial.
“Hal ini merupakan wujud pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo,” lanjutnya.
Sementara itu, Lurah Kaligintung, Mukholish Fuad, menjelaskan bahwa pembangunan saluran irigasi tersebut akan diintegrasikan dengan jalan usaha tani. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi.
“Kami merencanakan pembangunan saluran irigasi yang di atasnya juga akan dibangun jalan usaha tani, sehingga integrasi wilayah Dusun Sidatan dengan Kaligintung tetap terjalin. Selain itu, penataan aliran air diharapkan mampu mengatasi persoalan banjir,” jelasnya.
Program BBGRM di Kapanewon Temon juga dilaksanakan di sejumlah titik lainnya. Kegiatan yang dilakukan antara lain pengecoran jalan lingkungan, penyerahan bantuan sarana produksi budidaya ikan, bantuan traktor roda empat, program perbenihan padi Menor, hingga bantuan alat pengolahan hasil ternak lele yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
Melalui semangat gotong royong yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, percepatan pembangunan diharapkan dapat terus berjalan guna mewujudkan Kulon Progo yang adil, makmur, dan sejahtera.










