TVRINews, Sleman
Faktor usia di atas 50 tahun menjadi salah satu tantangan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalurahan Madurejo dalam mengadopsi sistem kerja digital. Meski demikian, pendampingan rutin secara berkala serta bantuan permodalan berupa uang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan usaha UMKM setempat.
Dari total sekitar 700 UMKM di Kalurahan Madurejo, sebanyak 174 di antaranya telah mendapatkan pendampingan dan bantuan dari Baznas Kabupaten Sleman.
Pendamping UMKM Baznas Kabupaten Sleman, Joko Yudianto, mengatakan para pelaku UMKM perlu mulai beradaptasi dengan sistem kerja digital agar dapat memperluas pemasaran produk tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Untuk pelaku UMKM, bukan hanya di Madurejo, tapi di mana pun itu, untuk mulai adaptif dengan kerja-kerja digital, karena itu menjadi semacam jalan pintas untuk bagaimana kemudian kita bisa menawarkan produk tanpa kita harus keluar biaya lebih,” ujar Joko Yudianto, Kamis, 17 September 2026.
Sejauh ini, kerja digital dinilai mampu menjadi solusi efektif bagi UMKM dengan beragam jenis produk untuk bertahan dan berkembang.










