TVRINews, Yogyakarta
DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi meluncurkan Forum Parlemen Nyawiji, sebuah wadah kolaborasi yang mempertemukan DPRD, kementerian, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Forum ini dibentuk untuk memperkuat perumusan kebijakan daerah yang berbasis sains dan kajian ilmiah, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam proses penyusunan kebijakan.
Forum Parlemen Nyawiji melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas, perguruan tinggi, UMKM, pelaku pariwisata, hingga kelompok masyarakat lainnya. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkaya masukan sehingga produk hukum yang dihasilkan DPRD DIY lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, mengatakan Forum Parlemen Nyawiji dibentuk untuk mendorong kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan. Menurut Nuryadi, kebijakan daerah perlu disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan didukung kajian yang matang. Forum ini juga dinilai strategis karena mempertemukan kebutuhan perumusan kebijakan daerah dengan kepakaran ilmiah dari perguruan tinggi.
Sejumlah isu strategis di lima kabupaten dan kota di DIY akan menjadi bagian dari kajian Forum Parlemen Nyawiji. Di Kulon Progo, kajian akan membahas aerotropolis. Di Kota Yogyakarta, isu yang diangkat meliputi penanganan sampah dan kesehatan jiwa. Sementara itu, di Sleman, kajian mencakup ketahanan pangan dan tata ruang. Di Gunungkidul, fokus diarahkan pada pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Adapun di Bantul, kajian mencakup sektor pariwisata dan kesehatan.
Hasil kajian akademisi diharapkan dapat mendukung penyusunan naskah akademik, riset berbasis bukti, serta rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan dalam proses perumusan kebijakan daerah.
“Banyak kegiatan yang ternyata tidak pas. Banyak kelompok masyarakat yang ternyata merasa tidak dilibatkan. Walaupun kita sering ada public hearing, tapi kemungkinan itu belum bisa semua ikut. Dengan ini harapan kita akan lebih luas. Apakah dengan ini semuanya? Pasti belum. Tapi kita berkeinginan agar apa pun yang kita putuskan nanti betul-betul untuk masyarakat. Bukan untuk kelompok-kelompok itu,” ujar Nuryadi, selaku Ketua DPRD DIY, Kamis, 17 September 2026.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Profesor Setyabudi Indartono, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Forum Parlemen Nyawiji.
Saat ini, LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta membina 99 perguruan tinggi swasta dan lima perguruan tinggi negeri, dengan ribuan pakar, doktor, dan profesor yang terbagi dalam 22 konsorsium tematik. Kepakaran tersebut diharapkan dapat memperkuat kajian ilmiah sekaligus menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan proses perumusan kebijakan daerah. (Agung Nugroho/Iwan)










