TVRINews, Yogyakarta
Sekitar 5.000 umat Buddha mengikuti Kirab Hari Raya Asadha atau Asalha Mahapuja dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Asadha yang diikuti umat Buddha dari berbagai daerah.
Prosesi diawali dengan doa bersama di pelataran Candi Mendut, kemudian dilanjutkan kirab sejauh sekitar 3,2 kilometer menuju Candi Agung Borobudur.
Iring-iringan kirab melibatkan pasukan prajurit, pembawa hasil bumi, ratusan bhikkhu, samanera, serta ribuan umat Buddha. Dalam prosesi tersebut turut diarak Kereta Kencana Mahadhatu yang membawa relik Sang Buddha menuju Taman Lumbini, Kompleks Candi Agung Borobudur.
Setibanya di lokasi, relik Sang Buddha kemudian ditempatkan di altar sebagai bagian dari rangkaian puja bakti yang dipusatkan di kawasan Taman Lumbini.
Ketua Panitia Umum Indonesia Tipitaka Chanting (ITC), Bhikkhu Gutthadhamo Mahathera, mengatakan kirab menjadi sarana bagi umat Buddha untuk memperkuat penghayatan spiritual melalui perenungan terhadap nilai-nilai luhur ajaran Buddha.
"Kirab menjadi praktik spiritual yang mengajak umat menghadirkan ketenangan batin sekaligus merenungkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha, seperti cinta kasih, welas asih, kesucian, dan kebijaksanaan Sang Buddha," ujar Bhikkhu Gutthadhamo Mahathera.
Rangkaian peringatan Asadha atau Asalha Mahapuja telah dimulai sejak Jumat dengan pelaksanaan Indonesia Tipitaka Chanting, yakni pembacaan kitab suci Tripitaka yang diikuti para bhikkhu dan umat Buddha.
Bagi umat Buddha, Hari Raya Asadha merupakan momentum untuk memperingati khotbah pertama Sang Buddha Gautama kepada lima pertapa di Taman Rusa Isipatana, yang menandai dimulainya penyebaran ajaran Buddha, termasuk Empat Kebenaran Mulia sebagai dasar ajaran Buddha.
Peringatan Hari Raya Asadha diharapkan dapat semakin memperkuat nilai-nilai kedamaian, toleransi, serta semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.









