TVRINews, Magelang
Pemerintah Republik Indonesia terus menjalankan program ketahanan pangan nasional untuk memperkuat kedaulatan bangsa. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan produksi pangan lokal, swasembada beras, serta penguatan sinergi lintas sektor.
Semangat ketahanan pangan tersebut turut diterapkan masyarakat di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Salah satunya melalui pengembangan budi daya melon dengan memanfaatkan sistem hidroponik untuk menghasilkan panen yang lebih optimal.
Masa panen yang relatif cepat, yakni sekitar 70 hari, menjadi pertimbangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Agung Sejahtera, Desa Jerukagung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dalam membudidayakan melon.
Pengelola memanfaatkan tanah kas desa seluas 490 meter persegi. Lahan tersebut dibagi menjadi dua area. Satu area difokuskan untuk tanaman melon jenis Inthanon siap petik, sementara area lainnya dijadikan kebun edukasi bagi warga.
Fasilitas ini disiapkan agar masyarakat dapat belajar bercocok tanam melon sehingga budi daya tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Lurah Desa Jerukagung, Tri Wartanta, mengatakan program budi daya melon tersebut memanfaatkan sebagian Dana Desa yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan.
“Kita manfaatkan dana desa untuk ketahanan pangan sebesar 20 persen untuk budidaya melon tersebut. Jadi, kita berharap nanti kemajuan BUMDes di Desa Jerukagung tambah makmur dan guyub rukun bersama BUMDes, pemerintah desa, Kopdes, dan BPD,” kata Tri Wartanta, Rabu, 2 September 2026.
Keberadaan kebun melon tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat. Selain menjadi lokasi budi daya, masyarakat dapat membeli buah melon secara langsung dalam kondisi yang masih segar.
Salah seorang pembeli, Nurul Hidayati, menilai keberadaan greenhouse tersebut dapat membantu masyarakat mendapatkan buah-buahan segar tanpa harus membeli ke supermarket.
“Dengan adanya greenhouse seperti ini cukup membantu masyarakat. Misalnya, ada yang mau membeli buah-buahan harus ke supermarket. Kalau ada di BUMDes, bisa langsung ke sini. Selain itu, kalau di sini bisa langsung petik, jadi buahnya sudah pasti baru dan segar,” ujarnya.
Dengan mengandalkan sistem hidroponik berupa pengaliran nutrisi melalui media air dari tandon utama ke jaringan pipa paralon, pengelola menargetkan rasa buah yang lebih manis.
Selain itu, ukuran buah yang kurang dari satu kilogram bertujuan agar harganya tetap terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat.









