TVRINews, Yogyakarta
Kekeringan akibat kemarau panjang tahun ini berdampak pada hasil panen tanaman palawija di Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar. Salah satu komoditas yang terdampak adalah kacang tanah yang ditanam di lahan bantaran Sungai Oya.
Keterbatasan pasokan air membuat petani tidak dapat melakukan penyiraman dan penggenangan lahan secara optimal. Akibatnya, hasil panen kacang tanah mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan musim kemarau sebelumnya.
Wagino, salah satu pemilik lahan, mengatakan kondisi pengairan tahun ini jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat budidaya kacang tanah pada musim kemarau, lahan idealnya mendapat penyiraman dan penggenangan sekitar delapan hingga sepuluh kali.
Namun, akibat kemarau panjang, tahun ini penggenangan hanya dapat dilakukan sekitar lima hingga enam kali.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Banyak biji kacang tanah yang kosong atau tidak terisi sempurna. Sebagian lainnya ditemukan dalam kondisi pipih sehingga bobot hasil panen menjadi lebih rendah.
"Di sini berdasarkan air hujan. Kalau di sungai musim begini kan kering. Kalau kurang air, dari segi pertumbuhannya saja tidak baik, karena kacang yang di dalam tanah itu bisa terhimpit oleh tanah karena kekeringan," ujar Wagino, dikutip Selasa, 8 September 2026.
Sungai Oya yang selama ini menjadi salah satu tumpuan pengairan petani juga sudah lama mengering. Penyiraman yang pada musim kemarau sebelumnya masih dapat mengandalkan air sungai kini tidak lagi bisa dilakukan.
Petani kemudian berupaya memanfaatkan sumber air lain, seperti sumur ladang dan belik yang dibuat dengan menggali tepian sungai yang mengering. Namun, upaya tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan pengairan tanaman karena debit air ikut menurun selama kemarau panjang.
Wagino menuturkan, lahan pertanian di kawasan tersebut sangat bergantung pada air hujan. Ketika memasuki musim kemarau, mengeringnya Sungai Oya semakin memperparah keterbatasan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
Pada musim kemarau tahun-tahun sebelumnya, lahan bantaran Sungai Oya di Katongan biasa dimanfaatkan petani untuk menanam berbagai jenis palawija. Selain kacang tanah, komoditas yang dibudidayakan antara lain jagung dan kacang hijau.
Lahan tersebut juga dimanfaatkan untuk menanam sejumlah jenis buah, seperti melon dan semangka. Selama ini, budidaya berbagai tanaman tersebut mengandalkan sumber pengairan dari aliran Sungai Oya.










