TVRINews, Yogyakarta
Banjir bandang yang melanda permukiman warga di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu malam diduga kuat dipicu oleh tersumbatnya aliran sungai akibat longsoran material dari tebing.
Peristiwa yang terjadi di Dusun Batur, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag ini bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Debit air yang meningkat tidak mampu mengalir dengan lancar karena adanya sumbatan di aliran Kali Tengah, sehingga air meluap ke permukiman warga.
Staf Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang, Rian Iqbal Kurniawan, menyebut kombinasi antara curah hujan tinggi dan kondisi aliran sungai menjadi faktor utama terjadinya banjir.
“Curah hujan tinggi menyebabkan debit air meningkat, sementara aliran sungai tersumbat material longsor, sehingga air meluap ke jalan dan permukiman warga,” jelasnya.
Selain faktor alam, kondisi lingkungan di sekitar aliran sungai juga turut memengaruhi, seperti banyaknya material kayu dan sampah yang terbawa arus dan memperparah penyumbatan.
Akibat kejadian tersebut, belasan rumah terdampak genangan air bercampur lumpur. Dua sepeda motor warga juga sempat terseret arus, meski berhasil diamankan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi peringatan akan pentingnya menjaga kondisi aliran sungai tetap bersih serta meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir bandang.
Hingga kini, petugas masih melakukan pembersihan material serta pendataan dampak kerusakan di lokasi terdampak.










