TVRINews, Yogyakarta
Guna mencegah kecelakaan lalu lintas akibat pohon roboh maupun gangguan jarak pandang, petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pemangkasan pohon dan perdu di sepanjang Jalan Lingkar Barat hingga kawasan Kapanewon Gamping.
Petugas BBPJN DIY, Ibnu Atho, mengatakan pemangkasan dilakukan terhadap belasan pohon yang memiliki ranting berbahaya dan berpotensi roboh. Penanganan difokuskan di sejumlah titik, terutama dari kawasan Ketandan hingga Gamping.
"Kalau untuk potensi roboh itu memang cukup banyak. Ini sekarang kita juga ada penanganan di simpang Ketandan sampai Karangturi. Itu kurang lebih sekitar 35 titik yang berpotensi roboh, ada penebangan di sana," ujar Ibnu dikutip Selasa, 8 September 2026.
Menurutnya, pemangkasan dan penebangan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi perubahan musim dari kemarau menuju penghujan. Kondisi cuaca dan angin kencang saat musim penghujan dinilai dapat meningkatkan risiko pohon tumbang di sepanjang jalur tersebut.
Ibnu menegaskan, langkah tersebut dilakukan terutama untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
"Pentingnya kegiatan ini lebih ke arah untuk menjaga pengguna jalan agar tidak menjadi korban jiwa akibat robohnya pohon," katanya.
Selain mengantisipasi pohon tumbang, pemangkasan juga dilakukan untuk menjaga jarak pandang pengendara agar tidak terganggu oleh ranting maupun perdu yang menjulur ke badan jalan.
Selama proses pemangkasan dan penebangan berlangsung, petugas melakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas. Kendaraan yang melintas untuk sementara diarahkan melalui jalur lambat guna menjaga keselamatan pengguna jalan dan petugas di lokasi.










