TVRINews, Yogyakarta
Krisis air bersih masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama di Kapanewon Imogiri.
Merespons kondisi tersebut, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Karangtalun bersama Jagabaya Kalurahan Karangtalun menggalang donasi warga dan mengumpulkan 50 tangki air bersih untuk membantu masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah, di antaranya Padukuhan Ketos, Kalurahan Sriharjo, serta Kalurahan Selopamioro dan Karangtengah, Kapanewon Imogiri. Warga masih kesulitan memenuhi kebutuhan air rumah tangga karena hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir belum cukup mengisi kembali sumber-sumber mata air yang mengering.
Jagabaya Kalurahan Karangtalun, Rian Armita, mengatakan puluhan tangki air tersebut merupakan hasil gotong royong warga. Penyaluran bantuan telah berlangsung selama dua hari.
“Sementara ini sudah terkumpul 50 tangki donasi dari warga Kalurahan Karangtalun. Kemudian yang sudah didistribusikan, ini hari kedua. Hari pertama itu hari Sabtu, sudah sekitar 30 sampai 40 tangki,” ujar Rian, dikutip Rabu, 28 Oktober 2026.
Keterbatasan air bersih membuat sebagian warga harus mencari sumber air yang masih tersedia. Warga yang tidak memiliki bak penampungan terpaksa mengambil air dari sumur menggunakan ember atau wadah berukuran kecil.
Salah seorang warga, Asmini, mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya, warga yang tidak memiliki tempat penampungan harus mengandalkan sumur yang jumlahnya terbatas di lingkungan mereka.
“Kalau yang tidak punya tampungan, mencari yang ada sumur. Tetapi sumur di sini lingkungannya hanya ada satu, jadi mengambil air menggunakan ember atau tampungan kecil. Ini cukup? Ya, dicukup-cukupkan. Kalau dengan bantuan ini bagaimana? Membantu sekali,” kata Asmini.
Ketua FPRB Karangtalun, Wintala Hadisugito, mengatakan kebutuhan air bersih masih tinggi, terutama untuk minum dan keperluan rumah tangga. Salah satu wilayah yang mengalami kondisi cukup parah adalah Dusun Termalang, Kalurahan Karangtengah.
FPRB Karangtalun telah menyalurkan masing-masing 10 tangki air bersih ke Dusun Termalang dan Kalidadap.
“Warga masih membutuhkan air bersih, baik untuk minum maupun kebutuhan sehari-hari. Yang paling parah ada di Karangtengah, di Dusun Termalang. Kita sudah mendistribusikan 10 tangki di sana dan di Kalidadap juga sudah kita distribusikan 10 tangki,” ujar Wintala.
Bantuan disalurkan menggunakan truk tangki ke bak-bak penampungan yang tersedia. Air kemudian didistribusikan kepada warga melalui jaringan pipa yang telah dibangun dan dikelola masyarakat.
Rian menjelaskan, kebutuhan air bersih di Kalurahan Karangtalun relatif tercukupi. Namun, kondisi tersebut mendorong warga setempat untuk membantu masyarakat di wilayah sekitar yang masih mengalami kesulitan air.
Penyaluran bantuan air bersih akan terus diupayakan hingga musim hujan tiba dan sumber-sumber air kembali terisi. Gotong royong tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang masih terdampak krisis air bersih.










