TVRINews, Yogyakarta
Kebakaran hebat melanda kandang ayam broiler milik warga di Padukuhan Mrunggi, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Kamis 30 Juli 2026 dini hari. Akibat peristiwa tersebut, sekitar 2.000 ekor bibit ayam hangus terbakar, sementara hanya sekitar 200 ekor yang berhasil diselamatkan.
Kandang milik Subardi itu dengan cepat dilalap api karena sebagian besar bangunan terbuat dari kayu dan terdapat sekam kering yang mudah terbakar. Saat kejadian, kandang diketahui berisi lebih dari 2.000 ekor bibit ayam broiler yang sedang dipelihara.
Warga yang mengetahui kebakaran langsung berupaya melakukan pemadaman sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Berkat kerja sama tersebut, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar kandang. Akibat kebakaran itu, pemilik kandang diperkirakan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Wakil Kapolsek Pengasih, AKP Tonni, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mengarah pada dugaan kebakaran berasal dari tungku pemanas ayam.
"Dari hasil olah TKP, diduga api berasal dari tungku pemanas. Kemungkinan terjadi letupan bara api yang kemudian mengenai kayu kering dan sekam di sekitar kandang sehingga api cepat membesar," kata AKP Tonni.
Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, sekitar 2.000 ekor bibit ayam mati akibat kebakaran, sedangkan sekitar 200 ekor lainnya berhasil diselamatkan.
AKP Tonni juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan sumber api, terutama selama musim kemarau.
"Kami mengharapkan masyarakat selalu berhati-hati dalam setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, baik saat membakar sampah maupun menggunakan pemanas kandang ayam. Peralatan pemanas perlu dicek secara berkala agar tidak memicu kebakaran yang lebih luas. Apalagi saat ini kondisi musim kemarau membuat risiko kebakaran semakin tinggi," ucapnya.
Sementara itu, Lurah Sendangsari, Suhardi, turut meninjau lokasi kejadian dan mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Menurutnya, kebakaran kandang ayam di Padukuhan Mrunggi merupakan kejadian kedua di wilayah Sendangsari selama musim kemarau tahun ini. Sebelumnya, kebakaran serupa juga terjadi di Padukuhan Kroco.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta selalu waspada terhadap potensi kebakaran karena cuaca yang kering dan angin cukup kencang," ujar Suhardi.
Ia juga menyampaikan dukungan kepada pemilik kandang agar tetap tabah menghadapi musibah tersebut dan berharap usaha peternakannya dapat kembali bangkit.
Pemerintah Kalurahan Sendangsari bersama aparat kepolisian kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Cuaca kering yang disertai angin kencang dinilai dapat memperbesar risiko kebakaran, terutama di lokasi yang menggunakan sumber api seperti pemanas kandang ternak.









