TVRINews, Yogyakarta
Lebih dari 4.500 peserta yang merupakan perwakilan dari 42 Pimpinan Cabang Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) dari lima provinsi mengikuti Jalan Nordik Akbar Indonesia 2026 di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta.
Sebagian besar peserta yang berusia di atas 60 tahun terlebih dahulu melakukan pemanasan melalui senam ringan menggunakan tongkat nordik. Pemanasan dilakukan untuk mempersiapkan otot tubuh bagian atas dan bawah, meningkatkan denyut jantung secara bertahap, serta mengurangi risiko cedera sebelum kegiatan jalan bersama dimulai.
Kegiatan berskala nasional tersebut dilepas oleh Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) KJNI, Andi Ilham Said, bersama Ketua KJNI DIY, Lukman Kudonarpodo.
Dalam kegiatan ini, peserta lomba terbagi dalam dua kategori, yakni perorangan dan beregu yang terdiri atas 10 orang. Peserta menempuh jarak 3,6 kilometer dengan rute mengelilingi empat candi di kompleks Candi Prambanan, yakni Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Roro Jonggrang.
Berbeda dengan lomba jalan pada umumnya, pemenang tidak ditentukan berdasarkan kecepatan waktu tempuh. Pemenang ditentukan berdasarkan ketepatan waktu dengan kecepatan yang telah ditetapkan, yakni 5 kilometer per jam. Peserta yang catatan waktunya paling mendekati ketentuan tersebut dinyatakan sebagai pemenang.
Sementara itu, peserta yang tidak mengikuti lomba dapat mengikuti jalan santai nonlomba dengan tiga pilihan jarak, yaitu 1 kilometer, 2 kilometer, dan 3,6 kilometer.
Ketua BPP KJNI, Andi Ilham Said, mengatakan kegiatan Jalan Nordik Akbar Indonesia merupakan agenda rutin tahunan KJNI. Tahun ini menjadi kali kedua kegiatan tersebut digelar di kawasan Candi Prambanan.
“Acara ini adalah acara rutin yang dilakukan oleh KJNI setiap tahun, dan ini adalah yang kedua sebenarnya di Prambanan. Tapi alhamdulillah ini luar biasa animonya, yang hadir itu 4.560 pesertanya. Jadi ini luar biasa, teman-teman semangat semua, mudah-mudahan dengan begitu bisa sehat, bugar, dan selarang,” ujar Andi Ilham Said, dikutip Senin, 28 September 2026.
Dengan jumlah peserta mencapai 4.560 orang, kegiatan tersebut menjadi rekor kegiatan komunitas dengan peserta terbanyak yang digelar di kawasan Candi Prambanan.
Ketua KJNI DIY, Lukman Kudonarpodo, menjelaskan olahraga jalan nordik memiliki sejumlah manfaat karena melibatkan gerakan tubuh bagian atas dan bawah secara bersamaan.
“Kalau Nordik sendiri manfaatnya sudah jelas, yaitu kita olahraga yang murah, olahraga yang gampang, dilakukan di mana saja bisa, tetapi menggerakkan hampir semua otot tubuh. Karena apa? Kalau kita jalan kan cuma kaki. Kalau ini dengan ayunan tangan, maka otot punggung, otot lengan, otot leher itu semua bergerak. Ini jelas lebih bagus daripada jalan kaki biasa,” jelas Lukman.
Menurut Lukman, kegiatan KJNI tidak hanya bertujuan mendorong masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga memperkenalkan berbagai destinasi budaya dan pariwisata kepada komunitas.
“Kemudian yang paling penting bahwa misi kita itu sudah jelas ditetapkan dalam anggaran dasar, yaitu tujuannya di samping olahraga juga memperkenalkan kepada komunitas ini tempat-tempat budaya dan pariwisata,” lanjutnya.
Selain berolahraga sambil menikmati kawasan candi yang bersejarah, para peserta juga dihibur dengan berbagai pertunjukan kesenian yang ditampilkan oleh perwakilan KJNI dari sejumlah daerah.
Salah satunya adalah lantunan lagu dari komunitas angklung se-DIY, termasuk Komunitas Angklung Kembang Setaman asuhan GKR Bendara Paku Alam X dan Madhu Svara KJNI DIY.
Pada kesempatan tersebut, KJNI juga menyerahkan bantuan untuk program bedah rumah di Kota Yogyakarta yang diterima oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
KJNI resmi berdiri pada 23 April 2019 di Jakarta. Sejak berdiri, komunitas ini berkembang menjadi wadah yang mempertemukan para pegiat jalan nordik dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus mendorong gaya hidup aktif dan sehat serta mempererat persaudaraan lintas daerah.










