TVRI News, Yogyakarta
Pascakebakaran yang menghanguskan dua lantai di sentra oleh-oleh Hamzah Batik Malioboro, Tim Inafis Polresta Yogyakarta langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin pagi. Olah TKP berlangsung tertutup di lantai tiga dan empat gedung Hamzah Batik. Selain aparat kepolisian, olah TKP juga disaksikan sejumlah pengurus RT dan RW setempat.
Usai olah TKP, pihak kepolisian tidak bersedia memberikan keterangan kepada awak media karena belum dapat memastikan sumber api.
Namun, menurut keterangan pengurus RW setempat, sebelum kebakaran terjadi, terdapat sejumlah pekerja yang tengah memperbaiki atau membangun toilet di sekitar lokasi titik api pertama kali terlihat.
“Ada empat pekerja di atas sedang memperbaiki toilet atau membangun toilet. Terus kemudian dilaporkan ada titik api sama satuan pengamanan, dari satpam dari sini dua orang. Itu langsung ke atas, langsung memadamkan dengan APAR. Tapi tidak terbendung karena situasinya sudah besar apinya. Kemudian langsung dilaporkan ke pihak Damkar. Kemudian Damkarnya datang, beberapa kemudian juga lewat rumah kami, akses titik api yang di belakang itu. Di sana memang dapur, jadi lewat rumah kami yang ada di samping,” ujar Deni, Ketua RW 02 Ngupasan, Senin, 28 September 2026.
Sebelumnya, pada Senin dini hari, kebakaran menghanguskan lantai tiga dan empat Sentra Oleh-Oleh Hamzah Batik Malioboro. Sebelum api berkobar, saksi mata mengaku mendengar suara dentuman dari lantai atas gedung.
Akibat musibah kebakaran ini, seluruh aktivitas perdagangan di Hamzah Batik ditutup hingga waktu yang belum dapat dipastikan.










