TVRINews, Yogyakarta
Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 tingkat nasional disambut antusias oleh para peserta dari seluruh Indonesia. Selain menjadi ajang menambah pengalaman bertanding, turnamen ini juga menjadi ruang positif untuk mempertemukan dan menyatukan anak-anak dari berbagai daerah.
Kegiatan yang berlangsung di JEC Soccer Field, kawasan Jogja Expo Center, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini diikuti oleh 64 tim Sekolah Sepak Bola (SSB), yang merupakan juara regional dari 32 provinsi di Tanah Air.
Para pelatih menilai turnamen ini memberikan dampak besar terhadap perkembangan mental dan kemampuan bertanding para pemain usia dini.

“Luar biasa, kami sangat berterima kasih kepada panitia. Ini menambah jam terbang anak-anak, membentuk mental, semangat bertanding, serta menjadi kesempatan untuk mengaplikasikan hasil latihan selama ini,” ujar pelatih SSB Ternate Maluku Utara, Rizal, dikutip Kamis, 9 Juli 2026.
Senada dengan itu, Pelatih SSB Banjarmasin Kalimantan, Edi Purwanto menyebut kompetisi ini menjadi tolok ukur kualitas pemain dari berbagai daerah.
“Kegiatan ini sangat penting, terutama bagi daerah yang intensitas kompetisinya tidak sebanyak di Pulau Jawa. Kami bisa melihat standar pemain secara nasional, sekaligus mengevaluasi sejauh mana perkembangan tim kami. Harapannya, turnamen seperti ini bisa digelar secara rutin, minimal satu hingga dua kali dalam setahun,” ungkapnya.
Sementara itu, Jerry Suila, pelatih SSB Manokwari Papua Barat, menilai turnamen berjenjang seperti ini sangat membantu pengembangan bakat pemain usia dini.
“Melalui kompetisi ini, anak-anak tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga meningkatkan kemampuan bermain dan memperluas pergaulan dengan teman-teman dari seluruh Indonesia,” katanya.
Hal serupa disampaikan oleh Muh. Zaki M., pelatih Lambhuk FA Aceh. Ia menekankan pentingnya interaksi antar daerah dalam membangun pengalaman sosial anak-anak.
“Anak-anak bisa saling berbagi pengalaman dan menjalin pertemanan. Bahkan, mereka bisa bertemu teman dari daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, seperti Papua Pegunungan. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” ujarnya.
Kehadiran turnamen kelompok umur ini diharapkan mampu memicu gairah pembinaan sepak bola di daerah.
Selain itu, ajang ini juga menjadi bagian dari program pembinaan berjenjang dalam menjaring bibit-bibit unggul calon pemain tim nasional Indonesia. Upaya ini sejalan dengan persiapan menuju Piala Dunia U-15 FIFA yang akan digelar untuk pertama kalinya pada 22 hingga 31 Oktober 2026 di Azerbaijan.
Turnamen tersebut diharapkan menjadi panggung bagi generasi muda Indonesia untuk tampil di level internasional dengan fondasi yang kuat sejak usia dini.










