TVRINews - Yogyakarta
Musisi Jogja Peduli memberangkatkan tiga truk bantuan kemanusiaan menuju Reo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Pelepasan bantuan dilakukan secara simbolis di Joglo Songo, Gilangharjo, Pandak, Bantul, oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
Bantuan yang dikirim difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Total bantuan meliputi 18 ton beras, 1.000 selimut, 1.000 handuk, 1.000 terpal, 1.000 kaleng sarden, biskuit bayi dan dewasa, serta 640 kaleng susu kental manis.
Selain kebutuhan pokok, rombongan juga membawa 250 kaus Musisi Jogja Peduli dan 370 paket gudeg dari Gudeg Pusat Mbarek sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan.
Penggagas kegiatan, Yonanda Frisna Damara, mengatakan seluruh bantuan dibeli menggunakan dana hasil konser amal yang digelar pada 1 September 2026. Dari kegiatan tersebut, donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp812 juta.

“Alhamdulillah, setelah konser kami juga mengumpulkan donasi yang kami bagikan melalui media sosial. Kurang lebih terkumpul Rp812.060.000, dan mulai hari ini sebagian sudah kami belanjakan untuk beras, pampers, kebutuhan pokok, dan lainnya. Alhamdulillah tiga truk hari ini sudah kami berangkatkan menuju Reo, NTT,” ujar Yonanda pada Jumat, 11 September 2026.
Tak hanya mengirimkan logistik, Musisi Jogja Peduli juga memberangkatkan tiga relawan untuk memantau kondisi di lokasi bencana. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan lanjutan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Yonanda menegaskan pengelolaan dana donasi akan dilakukan secara transparan. Seluruh pemasukan dan pengeluaran akan dilaporkan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para donatur.
Sementara itu, Panitia Konser Amal, Bejo Kahono, menjelaskan bantuan akan menempuh sejumlah tahapan perjalanan dan transit sebelum tiba di Reo, Manggarai.
“Dari Jogja menuju Surabaya, nanti melalui beberapa kali proses transit sebelum akhirnya sampai ke Reo,” kata Bejo.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi aksi kemanusiaan yang diinisiasi para musisi Yogyakarta. Menurutnya, gerakan tersebut mencerminkan kuatnya budaya kerelawanan yang tumbuh di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Ini menunjukkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah dengan kerelawanan kemanusiaan yang kuat di Indonesia. Para musisi juga memiliki kepedulian dan mampu menggerakkan semangat solidaritas masyarakat,” ujar Abdul Halim.
Aksi solidaritas Musisi Jogja Peduli diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur, sekaligus menjadi wujud kepedulian warga Yogyakarta terhadap sesama.










