TVRINews, Yogyakarta
Puluhan siswa SD Negeri Keputran 2 Yogyakarta mendapat pengalaman langsung belajar bercocok tanam melalui program Tani Masuk Sekolah yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta.
Program tersebut mengenalkan konsep pertanian perkotaan yang dapat dilakukan di lahan terbatas dengan memanfaatkan media tanam sederhana seperti polybag.
Dalam kegiatan itu, para penyuluh terlebih dahulu memperkenalkan berbagai jenis hama yang kerap menyerang tanaman pangan, seperti tikus dan organisme pengganggu lainnya. Pengetahuan tersebut diberikan sebagai bekal bagi siswa agar memahami cara menjaga tanaman sejak dini.
Setelah sesi pengenalan, siswa diajak mempraktikkan cara menanam berbagai jenis sayuran. Mereka belajar mengisi media tanam ke dalam polybag, menyiapkan bibit, hingga menanamnya dengan teknik yang benar.
Penyuluh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Rita Damayanti, mengatakan pengenalan dunia pertanian perlu dilakukan sejak usia sekolah untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap sektor pangan dan lingkungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi upaya membangun kesadaran pentingnya ketahanan pangan melalui praktik sederhana yang dapat dilakukan di rumah.
Kepala SD Negeri Keputran 2 Yogyakarta, Novi Kristiani, mengapresiasi program tersebut karena dinilai mendukung proses pembelajaran di sekolah, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
"Anak-anak sangat antusias. Kegiatan ini mendukung pembelajaran, terutama pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang di antaranya juga ada materi sayur-mayur, materi bagaimana cara menanam yang baik dan macam-macam tumbuhan," ujar Novi.
Salah seorang siswa, Dafiya Khaeria, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
"Dari pembelajaran ini saya mendapat ilmu tentang pertanian, seperti cara menanam terong, sawi, dan cabai. Kami juga belajar mengenal hewan hama serta hewan yang bersahabat dengan petani," katanya.
Usai kegiatan, setiap siswa membawa pulang bibit sayuran yang telah ditanam dalam polybag untuk dirawat di rumah masing-masing. Pertumbuhan tanaman tersebut nantinya akan dipantau dan dilaporkan secara berkala kepada guru sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Melalui program ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta berharap siswa tidak hanya memahami teori pertanian, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam menanam dan merawat tanaman, meski tinggal di lingkungan perkotaan dengan keterbatasan lahan.










