TVRINews, Yogyakarta
Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan hewan kurban di wilayahnya dalam kondisi sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Idul Adha.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, melakukan peninjauan langsung ke Pasar Hewan Ambarketawang pada Selasa, 5 Mei 2026. Dari hasil pemantauan, hewan ternak, khususnya sapi, dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak untuk kurban.
Menurut Danang, kondisi tersebut tidak terlepas dari peran aktif Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman yang secara konsisten melakukan pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan. Pengawasan dilakukan sejak proses pemasukan hewan hingga di lokasi penjualan.

"Setiap hewan yang masuk ke wilayah Sleman wajib melalui pemeriksaan kesehatan. Jika dinyatakan sehat, baru diperbolehkan masuk. Sementara yang terindikasi PMK akan dikembalikan ke daerah asal," ujarnya dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Rabu, 6 Mei 2026.
Pemerintah Kabupaten Sleman juga mengapresiasi para pedagang yang dinilai memiliki kesadaran tinggi dalam mencegah penyebaran PMK, sehingga kondisi pasar tetap aman dan terkendali.
Selain aspek kesehatan, Danang juga memantau perkembangan harga hewan ternak. Ia menyebutkan kenaikan harga menjelang Idul Adha masih dalam batas wajar, yakni berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor.
"Stok hewan kurban kita masih aman. Biasanya peningkatan permintaan terjadi mendekati hari pelaksanaan kurban. Harapannya, meski ada kenaikan harga, tetap tidak memberatkan masyarakat dan masih terjangkau," ucapnya.
Untuk menjaga kondisi tetap kondusif, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman akan terus mengintensifkan pemantauan di berbagai kelompok ternak serta lokasi penjualan hewan kurban hingga pelaksanaan Idul Adha.










