TVRINews, Sleman
Pemerintah terus mendorong penerapan teknologi digital di sektor pertanian guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi Kementerian Pertanian dan Kementerian Komunikasi dan Digital, inovasi Rapid Soil Check (RSC) mulai diuji coba untuk membantu petani mengetahui kondisi tanah secara cepat dan akurat sebelum melakukan pemupukan.
Rapid Soil Check merupakan alat uji tanah digital portabel yang mampu mengukur kandungan unsur hara, seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), tingkat keasaman (pH), serta kelembapan tanah secara langsung di lapangan. Hasil pengukuran dapat diperoleh secara instan tanpa harus menunggu proses analisis laboratorium.
Alat tersebut membantu petani menentukan kebutuhan pupuk sesuai kondisi tanah sehingga pemupukan menjadi lebih tepat sasaran. Rapid Soil Check juga terhubung dengan telepon pintar atau perangkat digital untuk menampilkan hasil analisis beserta rekomendasi jenis dan dosis pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Selain itu, sistem pada Rapid Soil Check mampu menghitung estimasi biaya pemupukan berdasarkan kebutuhan nutrisi tanaman. Fitur tersebut diharapkan dapat membantu petani merencanakan penggunaan pupuk secara lebih efisien sekaligus menekan biaya produksi.
"Melalui pemanfaatan teknologi ini, petani dapat mengetahui kondisi unsur hara tanah secara cepat sehingga keputusan pemupukan menjadi lebih tepat. Harapannya, produktivitas meningkat, penggunaan pupuk lebih efisien, dan biaya produksi dapat ditekan," ujar Mytha Sugara, Penyuluh Pertanian Sumberadi, Kamis, 23 Juli 2026.
Saat ini, Rapid Soil Check masih berada pada tahap uji coba di dua daerah, yakni Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Di Kabupaten Sleman, sebanyak 10 kelompok tani menjadi lokasi uji coba sekaligus memperoleh pendampingan dari penyuluh pertanian dalam penggunaan alat tersebut. Selain dimanfaatkan untuk tanaman padi, teknologi Rapid Soil Check juga dapat digunakan pada tanaman jagung serta berbagai komoditas pertanian lainnya.
Pemerintah berharap penerapan teknologi digital melalui Rapid Soil Check dapat mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem budidaya yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi ini juga diharapkan mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.










