TVRINews, Yogyakarta
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar senam bersama yang diikuti para pelajar dari berbagai sekolah di halaman Balai Kota Yogyakarta, Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ajakan sekaligus kampanye gaya hidup sehat bagi anak-anak di tengah padatnya aktivitas belajar serta meningkatnya konsumsi makanan cepat saji.
Semangat tersebut selaras dengan tema Hari Anak Nasional Tahun 2026, "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, Bangun Ketahanan Mental Anak." Tema ini menegaskan pentingnya kesehatan fisik dan mental, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta pengasuhan yang penuh kasih sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan.
Usai senam bersama, para pelajar mengikuti sesi edukasi di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, dokter Eddy Supriyadi memberikan penyuluhan mengenai deteksi dini dan bahaya penyakit kanker pada anak. Materi yang disampaikan meliputi berbagai jenis kanker, seperti leukemia, limfoma, dan tumor, beserta gejala-gejala awal yang perlu dikenali sejak dini.
Melalui edukasi tersebut, para pelajar diharapkan mampu mengenali tanda-tanda penyakit kanker serta menyebarluaskan informasi kepada teman sebaya maupun keluarga sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Selain edukasi kesehatan, peserta juga memperoleh penyuluhan gizi untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang dan beragam guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Di sisi lain, para orang tua dan guru yang turut hadir diajak menciptakan lingkungan rumah maupun sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak. Pendampingan yang baik serta penghargaan terhadap keunikan setiap anak dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan mental generasi muda.
"Menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi yang sehat dan berkualitas sangat penting. Jangan sampai mereka tumbuh sehat, tetapi di masa depan tidak mampu menopang kehidupan ekonominya. Karena itu, pembinaan harus dimulai sejak dini," ujar Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Sementara itu, salah seorang pelajar Kota Yogyakarta, Awa, berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan antarpelajar.
"Kami berharap anak-anak di Kota Yogyakarta semakin kompak dan saling terhubung. Karena kegiatan ini juga berkaitan dengan kesehatan, semoga teman-teman semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan berani mengajak orang lain untuk hidup sehat," ujar Awa.
Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya mewujudkan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak. Meskipun telah meraih predikat Kota Layak Anak selama empat kali berturut-turut, pemerintah menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan komitmen untuk terus meningkatkan kebijakan yang menjamin terpenuhinya hak-hak anak, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan tumbuh kembang anak secara optimal.










