TVRINews, Yogyakarta
Pelaksanaan Sensus Ekonomi hingga saat ini terus berlangsung. Pendataan yang telah dilakukan juga sudah menjangkau seluruh wilayah Gunungkidul, Yogyakarta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul, capaian pendataan sensus telah mencapai 87 persen. Kegiatan sensus masih terus berjalan dan diintensifkan di seluruh wilayah kapanewon.
Kepala BPS Gunungkidul, Agus Hartanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut cukup menggembirakan. Sejumlah kendala yang dihadapi juga dapat diatasi oleh BPS bersama mitra petugas sensus yang terjun langsung melakukan pendataan.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah petugas tidak dapat langsung bertemu dengan responden saat melakukan kunjungan door to door. Oleh karena itu, petugas melakukan kunjungan ulang, bahkan hingga malam hari, agar dapat bertemu dan mengumpulkan data yang akurat dari warga maupun pelaku usaha.
Agus menambahkan, pelaksanaan Sensus Ekonomi di Gunungkidul mendapat respons yang baik dari masyarakat dan pelaku usaha. Tingkat respons (response rate) dalam pengumpulan data bahkan mencapai lebih dari 90 persen.
BPS berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi yang menjangkau seluruh wilayah Gunungkidul dapat berjalan lancar hingga seluruh target rumah tangga dan sektor usaha berhasil didata.
Memasuki tahap akhir pelaksanaan, sensus akan dimaksimalkan melalui penyisiran ulang terhadap warga dan pelaku usaha yang belum terdata.
"Masih kurang sekitar 13 persen lagi yang belum didata. Nanti secara bertahap akan kami lakukan penyisiran seandainya masih ada rumah tangga atau pemilik usaha yang belum dilakukan pendataan. Kami berharap masyarakat Gunungkidul yang belum didata dapat menghubungi call center BPS Gunungkidul," ujar Agus, dikutip Rabu, 5 Agustus 2026.
Pada Sensus Ekonomi kali ini, BPS Gunungkidul mengerahkan 1.039 petugas sensus yang menjangkau total 144 kalurahan di 18 kapanewon. Secara nasional, pelaksanaan Sensus Ekonomi dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus mendatang.









