TVRINews, Gunungkidul
Sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan tren positif hingga memasuki Mei 2026. Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) setempat mencatat jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 1,8 juta orang.
Seiring tingginya kunjungan, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga pekan pertama Mei 2026, PAD tercatat mencapai Rp22,9 miliar atau sekitar 63 persen dari target tahunan sebesar Rp36 miliar.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparekrafpora Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari meningkatnya kualitas destinasi wisata serta momentum libur panjang yang terjadi sejak awal tahun.
“Peningkatan kunjungan ini didorong oleh perbaikan pengelolaan destinasi, termasuk penguatan fasilitas di sejumlah kawasan wisata pantai yang menjadi daya tarik utama wisatawan,” ujar Yohanes Nanang Putranto, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, kawasan wisata pantai selatan masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan. Salah satu destinasi yang mengalami perkembangan signifikan adalah Pantai Sepanjang yang terus menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung.
Selain itu, penguatan fasilitas dasar dan digitalisasi pembayaran di sejumlah objek wisata juga turut mendukung kenyamanan wisatawan selama berkunjung.
“Beberapa destinasi seperti Pantai Baron sudah memiliki fasilitas yang cukup lengkap, termasuk dukungan jaringan internet yang memadai untuk transaksi non-tunai,” tambahnya.
Disparekrafpora Gunungkidul saat ini masih melakukan evaluasi terhadap capaian PAD tersebut, termasuk membuka peluang penyesuaian target pendapatan tahun 2026. Namun, keputusan akhir akan dibahas bersama DPRD Gunungkidul.
Pemerintah daerah tetap optimistis target PAD sektor pariwisata tahun ini dapat tercapai, seiring dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi unggulan di wilayah Gunungkidul.










