TVRINews, Yogyakarta
Kemarau yang berlangsung lebih dari lima bulan membuat ratusan warga Padukuhan Padem, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi paling dirasakan warga yang tinggal di wilayah perbukitan. Debit air PDAM tidak lagi mampu mengalirkan air secara optimal, terutama ke permukiman yang berada di lokasi lebih tinggi.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 80A UPN Veteran Yogyakarta menyalurkan 60 tangki air bersih. Setiap tangki memiliki kapasitas 5.000 liter dan akan didistribusikan kepada warga yang terdampak kemarau.
Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah rukun warga (RW), terutama permukiman yang berada di kawasan perbukitan.
Salah seorang warga, Sigit, mengatakan kemarau panjang tahun ini membuat biaya untuk memenuhi kebutuhan air meningkat. Ia mengaku sudah tujuh kali membeli air tangki dengan harga yang terus naik.
Kondisi tersebut membuat warga harus menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari agar pengeluaran tidak semakin besar. Menurut Sigit, kondisi kemarau tahun ini lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Lebih parah yang ini daripada yang kemarin. Pembeliannya itu susah, tangki-tangki itu harga pada naik, terus mencari air juga susah. Kenaikan harga untuk warga di sini cukup banyak,” ujar Sigit.
Menurut warga, bantuan air bersih dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk meringankan beban selama kemarau panjang.
Ketua Alumni FEB 80A UPN Veteran Yogyakarta Ilham Nur mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Salah satu kepedulian kami sebagai alumni yang pernah sekolah di Jogja. Inilah kepedulian untuk membantu masyarakat Girikarto yang saat ini kesulitan air bersih,” katanya.
Ilham mengatakan kegiatan penyaluran bantuan air bersih tersebut telah dilakukan secara rutin. Penyaluran kali ini merupakan kegiatan yang ketiga.
“Ini sebenarnya sudah rutin kita kerjakan, yang saat ini sudah yang ketiga kali,” ujarnya.
Warga berharap berbagai pihak dapat membantu mencari solusi pemenuhan kebutuhan air bersih, terutama ketika kemarau berlangsung panjang.
Mereka juga berharap kapasitas aliran PDAM dapat ditingkatkan sehingga layanan air bisa menjangkau permukiman yang berada di wilayah lebih tinggi.










