TVRINews, Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit influenza tipe A menyusul bertambahnya kasus di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bersama seluruh puskesmas diminta memperkuat skrining, deteksi dini, hingga sistem rujukan bagi pasien yang mengalami gejala dalam waktu lebih lama dari biasanya.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika masyarakat mengalami batuk, pilek, atau demam yang tidak kunjung membaik.
Menurutnya, gejala influenza pada umumnya dapat membaik secara spontan dan tidak berlangsung hingga berminggu-minggu.
Karena itu, pasien dengan gejala berkepanjangan perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Penguatan pelayanan dasar di puskesmas, terutama pada tahap skrining awal, juga dinilai penting untuk mencegah keterlambatan penanganan.
“Saya sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan supaya kita waspada di puskesmas-puskesmas ketika ada yang batuk pilek agak panjang, lebih dari dua minggu. Seharusnya strain yang bisa spontan sembuh itu tidak sampai dua minggu, itu sudah sembuh,” ujar Hasto.
Ia meminta pasien dengan gejala yang berlangsung lebih lama tidak hanya menjalani pemeriksaan rutin, tetapi juga ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium apabila diperlukan.
“Tetapi seandainya ada yang gejalanya agak kronis, kita minta diwaspadai. Jangan hanya diperiksa seperti biasa, harus ditindaklanjuti. Paling tidak di-swab, kemudian diuji laboratorium,” katanya.
Menurut Hasto, langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya strain influenza yang berbeda dari influenza yang umum ditemukan.
“Karena influenza biasa itu kan hanya menyerang, namanya ISPA, infeksi saluran pernapasan atas. Sedangkan kalau yang lain itu bisa infeksi saluran pernapasan bawah,” ujarnya.
Hasto juga memastikan kesiapan pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan PCR, apabila ditemukan spesimen yang membutuhkan pengujian lebih lanjut.
Fasilitas pemeriksaan di sejumlah rumah sakit besar di Kota Yogyakarta dinilai cukup mendukung. Kesiapan tersebut juga mencakup sarana transportasi sampel untuk memastikan spesimen dapat dikirim dan diperiksa sesuai kebutuhan.










