TVRINews, Yogyakarta
Sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai diguyur hujan dengan intensitas ringan setelah mengalami kekeringan selama 160 hari.
Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyatakan DIY belum sepenuhnya memasuki musim penghujan.
Dalam beberapa hari terakhir, hujan mulai mengguyur sebagian besar wilayah DIY. Turunnya hujan disambut antusias masyarakat setelah sejumlah daerah mengalami kekeringan dalam waktu yang cukup panjang.
Berdasarkan pemantauan BMKG DIY, hujan pada pagi hari meliputi sebagian besar wilayah Kabupaten Gunungkidul dan Bantul, bagian utara hingga tengah Kulon Progo, serta wilayah utara dan selatan Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.
Potensi hujan diperkirakan masih berlangsung pada siang hingga sore hari, bahkan hingga dini hari di sejumlah wilayah.
Meski hujan mulai turun, BMKG menyebut kondisi cuaca di DIY saat ini masih berada dalam masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan.
Berdasarkan analisis BMKG, musim penghujan di wilayah DIY diprediksi mulai berlangsung pada akhir November 2026. Dengan demikian, hujan yang terjadi saat ini belum menandakan seluruh wilayah DIY telah memasuki musim penghujan.
Selama masa peralihan, masyarakat diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Perubahan cuaca dapat terjadi secara tiba-tiba, termasuk hujan lebat yang disertai angin kencang dalam durasi singkat.
Sementara itu, peta dan infografis prediksi awal musim hujan periode 2026/27 yang dirilis BMKG menunjukkan awal musim penghujan di DIY diperkirakan berlangsung secara bertahap. Waktu kedatangannya tidak serentak di seluruh wilayah, melainkan terbagi dalam tiga tahapan.
Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi dan peringatan cuaca resmi dari BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca selama masa peralihan musim.










