TVRINews Yogyakarta
Ratusan warga Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, menggelar doa bersama di lokasi terjadinya teror api misterius yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (11/6) malam dan diikuti warga setempat serta keluarga pemilik rumah.
Doa bersama diselenggarakan oleh keluarga Agus, pemilik rumah yang menjadi pusat kemunculan api misterius selama hampir tiga pekan terakhir. Selain sebagai ikhtiar spiritual, kegiatan itu juga bertujuan memohon kelancaran proses penelitian yang masih dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.
Dalam kesempatan itu, para peneliti turut mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta menunggu hasil penelitian yang saat ini masih berlangsung.
Salah seorang penghuni rumah, Muftiana, berharap rangkaian doa yang dilakukan bersama warga dapat menjadi jalan agar kejadian tersebut segera berakhir.
“Ini sama-sama berusaha, kan tidak ada salahnya juga doa bersama. Harapannya ini segera selesai, segera berakhir kemunculan apinya,” ujar Muftiana.
Hingga kini, tim ahli dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada masih melakukan penelitian untuk mencari penyebab kemunculan api yang berulang di lokasi tersebut.
Peristiwa yang telah berlangsung selama 20 hari itu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Selain terjadi di rumah Agus, api juga sempat merembet dan berdampak pada dua rumah warga lainnya.
Dukuh Kasuran, Suparman, mengatakan masyarakat berharap kondisi segera kembali normal agar aktivitas warga tidak lagi terganggu oleh kemunculan api yang belum diketahui penyebabnya.
“Harapan dari warga maupun pemilik rumah, semoga api yang muncul itu tidak muncul lagi, sehingga warga bisa beraktivitas seperti biasanya,” katanya.
Berdasarkan catatan warga, teror api misterius tersebut telah terjadi sejak 22 Mei 2026. Hingga Kamis malam, tercatat sedikitnya 125 kali kemunculan api yang membakar berbagai benda mudah terbakar di dalam maupun sekitar rumah.
Meski belum ditemukan penyebab pastinya, warga berharap hasil penelitian yang sedang dilakukan dapat segera memberikan jawaban sehingga rasa aman dan nyaman di lingkungan Padukuhan Kasuran dapat kembali pulih.










