TVRINews, Yogyakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memberikan pelatihan serta bantuan peralatan kepada pelaku UMKM kerajinan bambu di Padukuhan Nitikan Barat, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program tersebut menyasar dua mitra UMKM, yakni FDA Handycraft dan Gecho Sangkar Burung, dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing usaha di tingkat lokal maupun nasional.
Pelatihan yang diberikan meliputi peningkatan proses produksi, pengelolaan limbah bahan baku, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Dalam aspek keselamatan kerja, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai mitigasi risiko kecelakaan kerja serta praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi kebakaran di lingkungan produksi.
Selain pelatihan, Kemdiktisaintek juga menyalurkan bantuan peralatan produksi berupa alat irat dan alat serut bambu guna meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil produksi UMKM.
Ketua Tim Pemberdayaan Mitra Usaha dan Produk Unggulan Daerah Kerajinan Bambu Semanu, Anggi Tias Pratama, mengatakan penguatan identitas produk dan strategi pemasaran menjadi fokus utama dalam pengembangan UMKM bambu di wilayah tersebut.
Anggi Tias Pratama mengatakan, penguatan karakter produk dan akses pemasaran menjadi kunci peningkatan daya saing UMKM.
"Yang perlu ditingkatkan dalam UMKM ini adalah kekhasan produk khas Semanu, strategi pemasaran, serta akses permodalan bagi pelaku usaha," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Ia juga menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di lingkungan UMKM yang selama ini masih belum optimal.
"Keselamatan kerja sangat penting. Hari ini para pelaku UMKM juga dilatih mitigasi kebakaran dan penggunaan APAR di tempat produksi," katanya.
Sementara itu, pelaku usaha kerajinan bambu, Suwarji, mengaku pemasaran produk kini mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui pemanfaatan platform digital.
"Dulu kami hanya menjual secara offline, sekarang sudah mulai memanfaatkan pemasaran digital," ungkapnya.
Melalui program ini, diharapkan produk kerajinan bambu dan sangkar burung dari Semanu dapat terus berkembang, memiliki nilai tambah, serta mampu menembus pasar nasional hingga ekspor.
Kapanewon Semanu sendiri dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan bambu di Gunungkidul dengan berbagai produk unggulan bernilai ekonomi tinggi yang terus berkembang di pasar.










