TVRINews, Yogyakarta
Kelompok Tani Urban Taman Guyub Rukun, Semaki, Kota Yogyakarta, mulai memanfaatkan panel surya dalam demplot budi daya sayuran. Selain untuk penerangan, listrik dari panel surya dimanfaatkan untuk menggerakkan aerator dalam sistem pemupukan instalasi hidroponik. Hasilnya, prototipe sederhana tersebut menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Nantinya, secara bertahap, panel surya bantuan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) ini akan direplikasi di kelompok tani di wilayah Kota Yogyakarta yang jumlahnya mencapai ratusan.
Sejak lama, di lahan terbuka di tengah kawasan padat permukiman, Kelompok Tani Taman Guyub Rukun membudidayakan berbagai komoditas sayuran untuk konsumsi warga, seperti terung, kol, pare, tomat, pisang, dan berbagai tanaman lainnya.
Bahkan, dari tanaman telang yang tumbuh merambat, kelompok tani ini mampu menghasilkan produk olahan yang diserap pasar, seperti minuman rempah bunga telang. Minuman herbal yang telah mengantongi sertifikat halal ini dikemas dalam botol plastik yang menarik dan mampu bertahan selama beberapa minggu.
Winaryati, pengurus Kelompok Tani Taman Guyub Rukun, mengatakan warga Semaki telah lama menerapkan prinsip tradisi kemandirian pangan masyarakat Jawa, yaitu nandur opo sing dipangan, mangan opo sing ditandur, sehingga memanfaatkan setiap ruang kosong yang tersedia di sekitar rumah.
Dampaknya, warga tidak terlalu terdampak ketika harga cabai di pasaran naik akibat inflasi.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Eny Sulistyowati, mengatakan pemerintah terus mendorong kelompok tani agar lebih aktif dalam kegiatan bercocok tanam. Upaya tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kita menggerakkan kelompok tani untuk bergerak lebih aktif lagi terkait dengan tanam-menanam. Alhamdulillah ada kolaborasi, ada CSR dari Kadin, termasuk dari SP Kinasih, sehingga kita semuanya dalam beberapa unsur berperan terkait dengan pengurangan polusi,” ujar Eny Sulistyowati, dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.
Sementara itu, Winaryati berharap pemanfaatan panel surya dalam pertanian perkotaan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.
“Mudah-mudahan pertanian perkotaan dalam rangka pengurangan emisi gas rumah kaca ini bisa berlanjut dan menginspirasi di seluruh Indonesia, bahkan dunia,” katanya.
Ke depan, kelompok tani urban di Kota Yogyakarta yang memanfaatkan panel surya diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata urban farming.
Terlebih, kelompok tani urban di Semaki masih melestarikan tradisi budaya di sela-sela kegiatan budi daya sayuran.
Dengan demikian, demplot sayuran di Semaki akan mampu mengenalkan pertanian urban yang berkontribusi dalam dekarbonisasi polusi di kawasan perkotaan seperti Kota Yogyakarta.










