TVRINews, Konawe
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau.
Hingga 5 Oktober 2026, Damkar Konawe Utara mencatat telah menangani 34 titik kebakaran yang tersebar di enam kecamatan.
Upaya penanganan karhutla dilakukan melalui koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Damkar juga menyiagakan personel selama 24 jam untuk memantau informasi dan merespons laporan kebakaran di wilayah Konawe Utara.
Kepala Dinas Damkar Konawe Utara, Mirwan Mansyur, menjelaskan bahwa berdasarkan data periode Agustus hingga 5 Oktober 2026, kebakaran terjadi di enam kecamatan dengan luas area terdampak yang bervariasi.
Di Kecamatan Langgikima tercatat enam titik kebakaran dengan luas area terdampak 67 hektare.
Kecamatan Asera mencatat 17 titik dengan luas 57,53 hektare, Kecamatan Molawe tiga titik seluas sembilan hektare, Kecamatan Andowia enam titik seluas 67 hektare, Kecamatan Oheo satu titik seluas empat hektare, serta Kecamatan Lembo satu titik dengan luas dua hektare.
Menurut Mirwan, jumlah kejadian kebakaran masih berpotensi bertambah seiring perkiraan musim kemarau yang berlangsung hingga Desember 2026. Karena itu, kesiapsiagaan personel dan penguatan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat.
“Sejak Januari kami sudah bersiaga karena Damkar merupakan pelayanan utama dalam penanganan kebakaran. Setelah rapat bersama bupati dan sekretaris daerah, untuk mengantisipasi berbagai kejadian ekstrem, kami bersama BPBD membentuk tim. Penanganannya bukan hanya karhutla, tetapi juga kekeringan ekstrem, sehingga data kejadian masih mungkin bertambah,” jelas Mirwan.
Dalam mendukung operasional di lapangan, Damkar Konawe Utara menyiapkan lima regu personel dengan masing-masing regu terdiri atas tujuh orang.
Kesiapan tersebut didukung armada pemadam, meliputi satu unit mobil Hino water supply, satu unit mobil pemadam Hino single cabin fire truck berkapasitas 4.000 liter, serta satu unit kendaraan roda tiga berkapasitas 300 liter.
Selain melakukan pemadaman, Damkar Konawe Utara juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat melalui poster, media sosial, serta penyampaian langsung kepada warga, khususnya pemilik lahan yang sedang melakukan aktivitas berkebun.
Mirwan mengatakan, sosialisasi tersebut penting karena berdasarkan temuan pihaknya, sebagian besar kasus kebakaran di Konawe Utara diduga berkaitan dengan pembakaran lahan oleh warga.
Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembakaran sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran meluas.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran hutan, lahan, maupun rumah warga agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.
Melalui peningkatan kesiapsiagaan dan keterlibatan masyarakat, Damkar Konawe Utara berharap risiko kebakaran dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap lingkungan, aktivitas warga, dan keselamatan masyarakat dapat diminimalkan.










