TVRINews, Yogyakarta
Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pemerintah Daerah DIY menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Dusun Ngrancah, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Bantuan diberikan menyusul kondisi kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah di Bantul.
Selain menyalurkan air bersih, dalam kegiatan sosial tersebut Polda DIY juga menghadirkan unit armada Water Treatment Mobile milik Satbrimob Polda DIY. Armada ini memiliki teknologi pengolahan air yang memungkinkan air baku, termasuk air sungai dan air laut, diolah menjadi air bersih yang dapat digunakan untuk kebutuhan masyarakat.
Dusun Ngrancah menjadi salah satu wilayah yang memiliki kerawanan terhadap persoalan air. Selain mengalami kekeringan, wilayah tersebut juga pernah terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Oya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pengolahan air baku menjadi air bersih. Petugas Satbrimob Polda DIY menjelaskan bahwa Water Treatment Mobile dapat mengolah air yang keruh dan belum layak digunakan melalui sejumlah tahapan penyaringan.
Kasubsi Logistik Satbrimob Polda DIY, Ipda Kasworo, menjelaskan proses pengolahan dimulai dengan filtrasi bertahap menggunakan penyaring berukuran mikron. Setelah melalui proses penyaringan, air kemudian mendapatkan proses sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet (UV).
“Air yang layak untuk dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Prosesnya melalui filtrasi pertama, dari mikron yang besar kemudian semakin kecil. Setelah betul-betul bersih, proses terakhir dilakukan dengan penyinaran UV. Jadi, air yang kita produksi ini standarnya seperti air RO,” ujar Ipda Kasworo, dikutip Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurutnya, unit Water Treatment Mobile dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah yang terdampak bencana, baik kekeringan maupun banjir. Armada tersebut juga dapat dikerahkan sebagai bagian dari penanganan kondisi darurat ketika akses masyarakat terhadap sumber air bersih terganggu. Teknologi tersebut sebelumnya juga pernah dimanfaatkan dalam penanganan bencana, termasuk saat Badai Cempaka yang melanda sejumlah wilayah DIY pada 2017.
Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun K., mengapresiasi kehadiran Water Treatment Mobile di wilayahnya. Menurutnya, teknologi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif mitigasi apabila sewaktu-waktu masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Terima kasih sekali. Semoga bermanfaat untuk seluruh warga. Ini juga untuk menjaga dan menjadi bagian dari mitigasi apabila terjadi sesuatu. Semoga tidak terjadi, tetapi ketika masyarakat tidak memiliki akses air dan harus memanfaatkan air sungai, Water Treatment ini menjadi salah satu solusi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga melakukan uji coba pengolahan air baku yang diambil dari Sungai Oya. Setelah melalui proses pengolahan menggunakan Water Treatment Mobile, air yang dihasilkan memiliki pH sekitar 7,2. Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengapresiasi langkah Polda DIY dan Pemda DIY dalam memberikan bantuan sekaligus edukasi kepada masyarakat. Ia berharap pemanfaatan teknologi pengolahan air tersebut dapat diperluas ke sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bantul yang masih menghadapi persoalan kekeringan.
Menurutnya, edukasi mengenai air yang layak digunakan menjadi penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki potensi mengalami krisis air. Di sisi lain, bantuan dan akses terhadap air bersih masih diperlukan oleh warga yang terdampak kekeringan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Pemda DIY KPH Yudhanegara, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Kapolres Bantul, Lurah Sriharjo, serta masyarakat Dusun Ngrancah.










