TVRINews, Yogyakarta
Aktivitas pertanian di beberapa wilayah di Gunungkidul kembali bergeliat. Meski belum memasuki musim penghujan, banyak petani sudah beraktivitas menyiapkan lahan. Banyak di antaranya bahkan sudah mulai menebar benih padi di lahan yang masih kering.
Seperti yang terlihat di Padukuhan Kamal, Kalurahan Wunung, Wonosari. Aktivitas ngawu-awu atau menebar benih padi sudah banyak dilakukan petani, meski musim hujan belum datang sepenuhnya. Berbagai jenis benih padi sudah disiapkan untuk ditabur di lahan yang sebelumnya sudah diolah.
Dengan tanam ngawu-awu, benih padi yang sudah ditebar nantinya akan tumbuh seiring turunnya hujan yang membuat kondisi lahan basah dan lebih lembap.
Salah seorang petani, Ngadikan, menuturkan bahwa beberapa hari sebelumnya hujan sempat turun sekali di wilayah ini. Namun, hujan tersebut dianggap belum ideal untuk memulai aktivitas tanam berbagai jenis tanaman palawija.
Saat ini, hanya benih padi yang baru bisa disiapkan petani, sementara untuk tanaman pokok jenis lain, seperti jagung dan kacang tanah, harus ditanam saat musim penghujan sudah dipastikan tiba.

Ngawu-awu sudah banyak dilakukan petani karena diperkirakan musim hujan akan segera tiba. Berdasarkan perhitungan yang diyakini, musim hujan diperkirakan datang ke wilayah ini dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Tanam padi dengan sistem ngawu-awu dilakukan petani untuk meringkas dan menyederhanakan waktu kerja di lahan. Meski belum mendapatkan hujan, benih padi yang ditebar biasanya awet dan mampu bertahan dalam jangka waktu lama.
“Yang dibuat itu berdasarkan ilmu kejawen. Ilmu kejawen itu kalau sudah musim empat, sudah berani ngawu-awu,” ujar Ngadikan, dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.
Ia menambahkan, metode tersebut memungkinkan petani mulai menebar benih padi meski hujan belum turun. Namun, untuk tanaman selain padi, petani masih memilih menunggu kondisi cuaca yang lebih mendukung.
“Meskipun belum hujan, sudah berani menanam kalau padi. Kalau selain padi, belum berani,” katanya.
Akibat kemarau panjang, lebih dari dua bulan lahan pertanian di wilayah ini tidak lagi bisa diolah. Diharapkan musim penghujan segera datang, sehingga petani bisa kembali mendapatkan penghasilan dari lahan yang sudah lama vakum atau tidak digarap.










