TVRINews, Yogyakarta
Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Petr Kopřiva, melakukan kunjungan resmi ke Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta.
Kunjungan tersebut menjadi lawatan daerah pertama Petr Kopřiva sejak menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Republik Indonesia sekitar lima bulan lalu. Pertemuan itu dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor strategis antara Republik Ceko dan DIY.
Dalam pertemuan tersebut, Republik Ceko menawarkan kerja sama melalui transfer teknologi pada sektor infrastruktur dasar, meliputi pengelolaan sampah, pengolahan air bersih, serta pertanian.
Petr Kopřiva mengatakan, Republik Ceko memiliki sejumlah teknologi tepat guna yang dinilai relevan untuk mendukung kebutuhan pembangunan di Yogyakarta. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen memperkuat hubungan yang telah terjalin melalui program kota kembar (sister city) antara Kota Yogyakarta dan Kota Hluboká nad Vltavou.
“Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Yogyakarta sebagai Duta Besar Republik Ceko. Kami berdiskusi mengenai berbagai peluang kolaborasi, termasuk pengelolaan sampah, pengolahan air, dan pertanian. Bidang-bidang tersebut merupakan sektor yang memiliki teknologi tepat guna dari Republik Ceko dan dapat kami tawarkan,” ujar Petr Kopřiva.
Menanggapi tawaran tersebut, Pemerintah Daerah DIY menyoroti kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan vokasi dan sertifikasi kompetensi bagi lulusan sekolah kejuruan.
Koordinator Bidang Kerja Sama Luar Negeri DPMPTSP DIY, Fathi Mustaqim, mengatakan sertifikasi kompetensi berstandar internasional menjadi salah satu kebutuhan penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja DIY.
“Salah satu kebutuhan DIY adalah sertifikat kompetensi bagi lulusan sekolah vokasi, baik SMK maupun diploma. Kami melihat peluang kerja sama dengan Republik Ceko dalam bidang pelatihan dan sertifikasi yang dapat meningkatkan peluang kerja lulusan, baik di dalam maupun luar negeri,” kata Fathi.
Selain sektor pendidikan dan infrastruktur, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama di bidang pelestarian budaya dan industri kreatif. Kesamaan karakteristik antara DIY dan Republik Ceko yang sama-sama memiliki situs warisan dunia UNESCO dinilai dapat menjadi dasar penguatan kolaborasi.
Di sektor ekonomi kreatif, DIY juga membuka peluang kerja sama antara perajin lokal dengan industri kristal khas Republik Ceko. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi sekaligus memperluas akses pasar internasional bagi pelaku UMKM di Yogyakarta.










