TVRINews, Yogyakarta
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai menguji coba sistem pembayaran non-tunai di pos retribusi utama kawasan wisata Baron pada 6–7 Mei 2026. Uji coba dilakukan secara penuh terhadap seluruh kendaraan pembawa wisatawan, mulai dari bus, mobil pribadi, hingga sepeda motor.
Selama dua hari pelaksanaan, petugas retribusi hanya melayani transaksi pembayaran digital menggunakan platform QRIS maupun sistem uang elektronik (e-money) lainnya. Pembayaran tunai tidak lagi diterima selama masa uji coba berlangsung.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto menjelaskan, uji coba dilakukan sebagai persiapan sebelum penerapan penuh sistem pembayaran non-tunai yang dijadwalkan mulai 12 Mei 2026.
“Baron sudah memiliki kelengkapan yang bisa dibilang paling lengkap dibandingkan tempat pemungutan retribusi (TPR) lainnya, terutama terkait kesiapan internet. Sebab, pembayaran non-tunai ini masih sangat bergantung pada jaringan internet,” ujar Yohanes, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurutnya, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah uji coba selesai. Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek teknis, termasuk peningkatan kualitas jaringan internet yang menjadi faktor vital dalam mendukung kelancaran transaksi digital.
Penerapan pembayaran non-tunai dilakukan guna meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan retribusi wisata, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah. Dengan sistem digital, seluruh transaksi pengunjung akan langsung masuk ke kas pendapatan daerah.
Ke depan, pintu utama kawasan wisata Baron direncanakan menerapkan sistem pembayaran non-tunai secara 100 persen, baik untuk kunjungan siang maupun malam hari. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai memiliki sarana dan infrastruktur penunjang yang lebih lengkap dibandingkan pintu retribusi wisata lainnya di Gunungkidul.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga berencana menambah berbagai alternatif platform pembayaran digital agar wisatawan semakin mudah melakukan transaksi saat berkunjung.
Pada tahap awal, penerapan pembayaran non-tunai baru diberlakukan di pintu utama Baron. Sementara itu, pintu retribusi wisata lainnya di Gunungkidul masih melayani pembayaran secara tunai maupun non-tunai.
Adapun tarif tiket masuk kawasan wisata Baron menuju sejumlah destinasi pantai unggulan dipatok sebesar Rp15.000 per orang.










