TVRINews, Yogyakarta
Ratusan pelajar Kota Yogyakarta menyemarakkan Hari Jadi Kota Yogyakarta ke-270 melalui karnaval budaya. Beragam pakaian adat dan kostum menarik menghiasi jalanan Kota Yogyakarta, sekaligus menjadi ruang untuk mengekspresikan kekayaan budaya.
Sejumlah pelajar tampil dengan berbagai karakter cerita rakyat, dengan kostum yang dipersiapkan secara gotong royong bersama siswa, guru, dan orang tua.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta menyebut karnaval menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai budaya sekaligus membentuk karakter pelajar Kota Yogyakarta.
Tema Hari Jadi Kota Yogyakarta, “Otentik, Konkret”, dapat dimaknai melalui sikap dan karya nyata para pelajar. Sikap otentik diwujudkan dalam perilaku yang santun, berbudaya, dan menghormati guru serta orang tua. Sementara konkret diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti belajar sungguh-sungguh, berprestasi, menolak perundungan, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Di sisi lain, melalui karnaval budaya ini, para pelajar diajak untuk saling bekerja sama, kompak, dan saling membantu dalam kelompok. Selain itu, kegiatan parade akan meningkatkan kepercayaan diri pelajar di depan umum. Sasaran akhirnya, rasa cinta dan bangga terhadap Tanah Air akan semakin tumbuh dalam diri para pelajar karena secara langsung menjadi pelaku pelestari budaya.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Disdikpora Kota Yogyakarta, Hasyim, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana mengenalkan budaya, tetapi juga mendorong kreativitas para pelajar.
“Selain budaya, ini juga ajang kreativitas anak-anak karena mereka ternyata juga kreatif untuk membuat karya-karya sehingga itu bisa menyemarakkan acara ini. Kostum-kostumnya juga mereka buat sesuai dengan keinginan dan kemampuan mereka,” ujarnya, dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Diketahui, karnaval Hari Jadi Kota Yogyakarta diikuti lebih dari seribu pelajar dari jenjang taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas atau sederajat.
Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, karnaval dari 460 sekolah yang ada akan digelar secara bertahap dalam 4 hari dengan tanggal yang berbeda, yaitu 30 September, 1 Oktober, 5 Oktober, dan 6 Oktober.










