TVRINews, Yogyakarta
Kemeriahan Karnaval Pelajar dalam rangka HUT ke-270 Kota Yogyakarta terasa di wilayah Kemantren Tegalrejo. SMP Negeri 7 Yogyakarta menjadi titik awal sekaligus akhir karnaval yang diikuti sekitar 689 peserta. Peserta terdiri atas guru dan karyawan, perwakilan paguyuban orang tua, serta siswa kelas VII, VIII, dan IX.
Dengan mengusung semangat “Sapta Wiratama Jadi Juara”, para peserta menampilkan kreativitas melalui beragam kostum, aksesori, properti, hingga maskot yang dibuat dari bahan bekas dan material daur ulang.
Kepala SMP Negeri 7 Yogyakarta, Heni Pratiwi, mengatakan setiap regu mengangkat cerita dan tema masing-masing, tetapi tetap berada dalam satu pesan utama, yakni kepedulian terhadap lingkungan. Peserta bahkan diwajibkan menghadirkan sedikitnya satu maskot dalam bentuk kostum yang berbahan atau memanfaatkan material daur ulang.
Barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai diolah menjadi karya kreatif yang unik dan menarik. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah ingin mengajak siswa lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus mengembangkan kreativitas dan kerja sama.
Tak hanya mengandalkan tampilan kostum, setiap regu juga menampilkan pertunjukan berdasarkan cerita yang telah dipersiapkan, mulai dari drama kolosal, tarian, yel-yel, hingga pertunjukan kreatif lainnya.
Setiap regu mendapat waktu maksimal tujuh menit untuk tampil di area yang telah ditentukan. Dengan demikian, siswa belajar untuk berani tampil, bekerja sama, berkreasi, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Keterlibatan guru, karyawan, orang tua, dan seluruh siswa juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana karnaval yang semarak dan penuh kebersamaan.
Heni Pratiwi mengatakan penggunaan bahan daur ulang dalam karnaval menjadi salah satu cara sekolah mengajak siswa ikut menjaga dan melestarikan lingkungan.
“Melindungi dan melestarikan lingkungan yang sekarang ini kondisinya sudah sedikit memprihatinkan. Dengan mengusung daur ulang, ada dari botol plastik dan berbagai macam plastik, kami buat dalam bentuk pakaian, aksesori, semuanya untuk melindungi dan melestarikan lingkungan dalam rangka peduli lingkungan melalui daur ulang,” ujar Heni, dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Melalui Karnaval Pelajar se-Kemantren Tegalrejo, kegiatan ini menjadi momentum bagi SMP Negeri 7 Yogyakarta untuk memadukan budaya, kreativitas, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Para siswa menunjukkan bahwa barang bekas bukan sekadar sampah, tetapi dapat diubah menjadi karya bernilai di tangan-tangan kreatif.
Dengan semangat “Sapta Wiratama Jadi Juara”, warga SMP Negeri 7 Yogyakarta turut menyemarakkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dengan kreativitas, kekompakan, dan semangat menjaga lingkungan.










