TVRINews Yogyakarta
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, menggelar rangkaian Aksi Masa Pengenalan Lingkungan Asrama dan Sekolah (AMPLAS) yang berlangsung sejak awal hingga akhir pekan ini. Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran bagi seluruh siswa baru.
Tes kebugaran dilaksanakan selama tiga hari dengan materi lari sejauh sekitar 1,6 kilometer atau setara 10 putaran mengelilingi lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik dan daya tahan siswa sebelum menjalani proses belajar di lingkungan berasrama.
Guru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kulon Progo, M. Angga Yudhistira, mengatakan tes tersebut menjadi bagian dari pemetaan kondisi kebugaran peserta didik.
“Tes ini bertujuan untuk menguji tingkat kebugaran dan ketahanan fisik peserta didik dalam mengikuti rangkaian percobaan lari,” ujarnya pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Lendah menyiagakan tenaga medis di lokasi. Sebelum mengikuti tes lari, seluruh siswa juga diwajibkan menjalani skrining kesehatan terlebih dahulu.
Menurut Angga, hanya siswa yang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan yang diperbolehkan mengikuti tes kebugaran. Sementara itu, tim medis tetap bersiaga selama kegiatan berlangsung untuk memberikan penanganan apabila ada peserta yang mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan.
“Untuk antisipasi sebelumnya sudah dilakukan skrining terlebih dulu dari fasilitas kesehatan setempat. Nanti jika lolos skrining baru diperbolehkan untuk lari untuk tes kebugaran. Jika ada kendala di tengah, sudah ada tim medis yang membantu, termasuk fasilitas untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelasnya.
Meski harus berlari sejauh 1,6 kilometer, sejumlah siswa mengaku mampu menyelesaikan tantangan tersebut. Salah satunya Naufal, yang mengaku sempat merasa lelah usai berlari, namun tetap menikmati pengalaman tersebut.
“Habis lari rasanya capek, tapi seru. Tadi saya kuat menyelesaikan larinya,” katanya.
Selain menggandeng Puskesmas Lendah, pemeriksaan kesehatan juga melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan kesehatan mata, tekanan darah, kadar gula darah, hingga tes kebugaran fisik.
Melalui rangkaian pemeriksaan tersebut, pihak sekolah berharap kondisi kesehatan setiap siswa dapat terpantau sejak awal sehingga proses pembelajaran selama tinggal di asrama dapat berjalan dengan optimal.









