TVRINews, Yogyakarta
Keberagaman masyarakat di Kampung Miliran, Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menjadi salah satu kekuatan dalam membangun kebersamaan dan kehidupan sosial yang rukun.
Semangat tersebut kembali terlihat dalam Kirab Budaya Kampung Miliran 2026. Lebih dari 400 warga ambil bagian dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat dari 16 RT yang tergabung dalam empat RW.
Kirab budaya tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong sekaligus menumbuhkan kecintaan warga terhadap budaya lokal.
Kirab dimulai dari Balai Warga Kampung Miliran dan dilepas oleh Lurah Muja Muju, Dwi Wahyudi Hamzah.
Rangkaian kirab diawali barisan pasukan bergodo di bagian depan, lengkap dengan pasukan perempuan. Setelah itu, rombongan warga dari 16 RT yang tergabung dalam empat RW mengikuti kirab dengan mengenakan beragam kostum, membawa berbagai atribut, serta menampilkan kreativitas budaya.
Seluruh peserta kemudian berjalan bersama menyusuri rute yang mengelilingi kawasan Kampung Miliran.
Ketua Panitia Kirab Budaya Miliran, Bowo, mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kirab sekaligus menjadi momentum peluncuran seragam bregada yang mendapat dukungan dari pemerintah.
“Berdasarkan peringatan ulang tahun HUT ke-81 RI dan sekaligus peluncuran baju bergodo yang mendapat bantuan dari pemerintah, sehingga kita apresiasi sekali untuk menggunakannya. Harapannya, kita ke depan semakin bersinergi sebagai satu kampung, satu warga, saling memperhatikan satu sama lain, dan tetap melestarikan budaya,” kata Bowo, dikutip Senin, 31 Agustus 2026.
Sementara itu, Lurah Muja Muju, Dwi Wahyudi Hamzah, berharap semangat kemerdekaan dan kebudayaan dapat menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap bangsa Indonesia.
“Harapannya, dengan semangat kemerdekaan, semangat kebudayaan ini menjadikan kita orang-orang yang bangga terhadap bangsa ini, bangga sebagai bangsa Indonesia” ujarnya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kirab budaya mampu memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga mendorong setiap kampung untuk mengembangkan potensi masing-masing, mulai dari karawitan, wayang orang, dan seni tradisi hingga berbagai kegiatan budaya berbasis masyarakat.
Potensi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kebersamaan warga, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata berbasis komunitas di Kota Yogyakarta.
Melalui Kirab Budaya Kampung Miliran 2026, warga meneguhkan kembali semangat kebersamaan, toleransi, dan pelestarian budaya lokal. Momentum kemerdekaan pun dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah masyarakat.









