TVRINews, Yogyakarta
Harga pakan ayam terus mengalami peningkatan terhitung sejak Maret 2026 lalu. Peningkatan signifikan terjadi dalam dua bulan terakhir. Kenaikan harga pakan ayam ini dipicu adanya impor bahan pakan ayam yang mengalami peningkatan.
Salah satu unsur pakan ayam, yaitu SBM (Soybean Meal) atau bungkil kedelai juga mengalami peningkatan. SBM tersebut terdapat dalam pakan konsentrat ayam. Sementara itu, peningkatan harga juga terjadi pada pakan jenis jagung dan bekatul.
Produsen pakan ayam, Ridwan Bakti Kusuma, mengatakan harga bahan baku dan pakan konsentrat terus mengalami kenaikan dalam satu hingga dua bulan terakhir. Bahkan, perubahan harga harus dilakukan hampir setiap pekan.

(Foto: Produsen pakan ayam, Ridwan Bakti Kusuma)
"Kalau dari harga pakan sendiri, dari bahan baku, dan konsentrat, satu bulan dua bulan ini berangsur naik terus. Setiap minggu kita ganti harga. Dan dari jagung sendiri, kuantitasnya mulai menurun karena panenan kan masih lama, jadi itu juga berpengaruh ke harga yang baru," kata Ridwan, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026
Di tengah kenaikan harga pakan, permintaan justru mengalami peningkatan. Kondisi tersebut dipengaruhi bertambahnya populasi ayam petelur di sejumlah peternakan.
"Kalau untuk saat ini, dari jumlah pelanggan kami itu mengalami peningkatan drastis karena laporan dari banyak peternak itu mengalami overpopulasi. Jadi, beberapa pelanggan kami menambahkan beberapa ayam," ujarnya.

Harga pakan ayam berupa jagung saat ini mencapai Rp6.800 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp5.500. Pakan konsentrat sebelumnya Rp8.400, saat ini naik menjadi Rp8.975. Sedangkan bekatul naik dari harga Rp3.000 menjadi Rp3.500.
Meskipun mengalami kenaikan harga, kapasitas produksi pakan justru mengalami peningkatan karena jumlah peternak ayam petelur yang mengalami kenaikan hingga terjadi overpopulasi.








