TVRINews - Yogyakarta
Seekor sapi jenis simmental milik Sugeng Hadi Prayitno, warga Padukuhan Kenteng, Gedangsari, Gunungkidul, terpilih sebagai salah satu hewan kurban Presiden Prabowo Subianto. Sapi tersebut memiliki bobot lebih dari satu ton dan menjadi salah satu ternak unggulan di kandangnya.
Sugeng menuturkan, sapi itu telah dipeliharanya selama kurang lebih tiga tahun. Proses pemilihan bermula saat petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul melakukan pendataan dan seleksi ternak pada awal Mei 2026.

Dari dua sapi yang diajukan, masing-masing berbobot 1.020 kilogram dan 1.080 kilogram, hanya satu yang akhirnya lolos setelah melalui tahap penimbangan serta pemeriksaan kesehatan dan laboratorium secara ketat. Sapi terpilih tersebut kemudian dibeli dengan harga Rp100 juta.
Sugeng mengaku bangga karena ternaknya dipercaya menjadi hewan kurban presiden. Ia juga menyebut tidak ada perlakuan khusus dalam merawat sapi tersebut, selain menjaga kualitas pakan dan kebersihan kandang.
“Saya tidak memberikan perlakuan khusus, yang penting pakan cukup dan kandang selalu bersih,” ujar Sugeng.
Ia menjelaskan bahwa sebelum ditetapkan, sapi miliknya telah melalui serangkaian proses verifikasi oleh dinas terkait.
“Sapi ternak saya disurvei oleh dinas, kemudian diminta bobot real dengan ditimbang dan dicek di laboratorium. Umurnya sekitar tiga tahun satu bulan, dengan berat kurang lebih satu ton delapan puluh kilogram,” katanya.
Saat ini, Sugeng masih menunggu kepastian lokasi pengiriman sapi tersebut. Rencananya, hewan kurban itu akan didistribusikan ke salah satu wilayah di Gunungkidul.
Selain pemeriksaan kesehatan, Sugeng juga diminta melengkapi sejumlah dokumen administrasi sebagai bagian dari proses pembelian.
Peternak yang telah menekuni usaha ternak sejak era 1980-an itu kini memelihara sekitar 20 ekor sapi simmental di kandangnya.










