TVRINews Yogyakarta
Sebanyak 450 atlet dari 25 kabupaten dan kota di Jawa Tengah mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Tradisional 2026 yang diselenggarakan oleh Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Jawa Tengah di Stadion Amerta, Kabupaten Magelang.
Kejurda ini mempertandingkan berbagai kategori kelompok umur putra dan putri dengan jarak tembak berbeda. Kategori U-9 bertanding pada jarak 5 meter, U-12 pada 10 meter, U-15 pada 15 meter, U-18 pada 20 meter, dan kategori dewasa pada 30 meter.
Sistem penilaian juga disesuaikan dengan kategori usia. Untuk kelompok U-9 dan U-12 digunakan sasaran ball lima ring dengan rentang nilai 1 hingga 5. Sementara itu, kategori U-15, U-18, dan dewasa menggunakan sasaran enam ring dengan sistem penilaian tersendiri.
Kejuaraan ini tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter atlet yang disiplin, sportif, dan berintegritas. Para peserta diharapkan tidak hanya berkompetisi secara sehat, tetapi juga tumbuh menjadi generasi penerus yang berkarakter.
Ketua Pengurus Daerah Fespati Jawa Tengah, Junaidi, mengatakan Kejurda menjadi bagian dari proses seleksi atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Tradisional yang akan digelar di Jawa Timur pada Agustus mendatang.
“Ini adalah kejuaraan daerah yang menjadi sarana seleksi menuju Kejurnas yang akan dilaksanakan Agustus nanti di Jawa Timur. Seleksi dilakukan melalui berbagai tingkatan, mulai dari kejuaraan kabupaten, kejuaraan daerah, hingga kejuaraan nasional,” ujar Junaidi.
Ia menyebutkan, Kejurda tahun ini diikuti sekitar 450 peserta dari berbagai kategori usia, baik putra maupun putri, yang berasal dari 25 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
“Diikuti kurang lebih 450 peserta mulai dari kategori U-9, U-12, U-15, U-18, hingga dewasa, baik putra maupun putri. Peserta berasal dari 25 kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” tambahnya.
Ia menjelaskan, perbedaan kategori usia juga memengaruhi sistem sasaran yang digunakan.
“Untuk kategori U-9 dan U-12 menggunakan sasaran lima ring, sedangkan kategori U-15, U-18, dan dewasa menggunakan sasaran enam ring dengan sistem poin yang berbeda,” jelasnya.
Salah satu peserta, Vioni-Viona, mengaku mulai menyukai olahraga panahan tradisional sejak duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar setelah diperkenalkan oleh guru olahraga.
“Saya suka panahan sejak kelas tiga. Dulu diajari guru olahraga. Saya sudah tiga kali ikut perlombaan seperti ini dan berharap bisa meraih kemenangan,” katanya.
Selain menjadi ajang seleksi menuju Kejurnas, Kejurda juga menjadi bagian dari upaya regenerasi atlet panahan tradisional agar prestasi Jawa Tengah tetap terjaga di masa mendatang. Melalui kejuaraan ini, Fespati Jawa Tengah berharap dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di tingkat nasional.










