TVRINews, Sleman
Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY resmi meluncurkan PELITA atau Pusat E-Learning Terpadu BBGTK DIY di Aula Ki Hajar Dewantara, Kabupaten Sleman. Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital dalam peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Acara peluncuran diawali dengan pertunjukan musikal bertajuk “Terang yang Tercuri” dan dihadiri oleh Direktur Guru Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta para guru dan tenaga kependidikan dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
PELITA merupakan sistem pembelajaran terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan pelatihan dan pengelolaan pembelajaran dalam satu platform digital. Sistem ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang fleksibel, adaptif, terintegrasi, dan kolaboratif.
Selain itu, PELITA juga terhubung dengan data pendidikan sehingga memudahkan proses pengelolaan pelatihan, pemetaan kompetensi, hingga pelaporan hasil pembelajaran. BBGTK DIY juga mendorong pengembangan pembelajaran mendalam melalui sekolah model implementasi.
Program ini diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan di era digital sekaligus meningkatkan kemampuan guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.
Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen, Rachmadi Widdiharto, mengatakan PELITA diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran yang inklusif bagi guru dan tenaga kependidikan, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses geografis.
“Platform ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi guru dan tenaga kependidikan di DIY, sehingga mereka memiliki akses yang sama untuk meningkatkan kompetensi. Harapannya, ekosistem pembelajaran ini tidak hanya berkembang di DIY, tetapi juga di daerah lain,” ujarnya (18/5/2026).
Sementara itu, Kepala BBGTK DIY, Adi Wijaya, menyampaikan bahwa PELITA dikembangkan oleh tim widyaiswara dan pengembang teknologi pembelajaran untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru.
“Dengan perkembangan teknologi saat ini, kami memanfaatkan berbagai inovasi untuk mengembangkan PELITA sebagai pusat e-learning terpadu. Harapannya, kebutuhan peningkatan kompetensi guru dapat terfasilitasi melalui platform ini tanpa harus meninggalkan tugas mengajar di sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui PELITA, guru dapat mengikuti pelatihan secara lebih fleksibel tanpa harus menunggu undangan kegiatan tatap muka, karena berbagai program pelatihan telah tersedia secara daring.
Selain peluncuran platform, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan peran instruktur BBGTK DIY dalam mendampingi peningkatan kompetensi guru di berbagai satuan pendidikan.
Guru SMAN 1 Bambanglipuro, Oktavia Fitriani, menyambut baik hadirnya PELITA dan berharap platform tersebut dapat dimanfaatkan secara luas.
“Harapannya PELITA bisa bermanfaat bagi guru dan tenaga kependidikan di DIY, serta dapat diperluas ke daerah lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, PELITA juga membantu proses pembelajaran karena berfungsi sebagai Learning Management System (LMS) yang memudahkan interaksi antara instruktur dan peserta pelatihan, serta menyediakan materi yang dapat diakses kembali.
Melalui peluncuran ini, BBGTK DIY berharap PELITA dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran digital yang lebih efektif, berkelanjutan, dan relevan dengan perkembangan zaman.










