TVRINews, Yogyakarta
Sejumlah pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggalang dana untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
Melalui gerakan sosial bertajuk Urip Lan Nguripi, para pelajar yang tergabung dalam Forum Selara menargetkan penyaluran 24 tangki air bersih dengan anggaran mencapai Rp9 juta.
Gerakan yang berarti “hidup dan menghidupi” ini dilatarbelakangi kondisi geografis Gunungkidul yang didominasi kawasan perbukitan karst. Sejumlah wilayah di kabupaten tersebut rentan mengalami kesulitan air bersih, terutama saat musim kemarau.
Forum Selara bekerja sama dengan Karang Taruna Kabupaten Gunungkidul untuk menggalang dana sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu wilayah sasaran bantuan adalah Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk, Gunungkidul.
Pamong Kalurahan Terbah, Sayudi, mengapresiasi kepedulian para pelajar dan berbagai pihak yang membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.
“Untuk Kalurahan Terbah ini, dua bulan terakhir kebanyakan mengalami kekurangan air bersih. Maka dari itu, kami sekali lagi mengucapkan terima kasih atas bantuan dari adik-adik sekolah, Kapanewon Wonosari, dan seluruh siswa-siswi SMA maupun SMK di Wonosari,” ujar Sayudi.
Selain Kalurahan Terbah, bantuan air bersih direncanakan menjangkau wilayah lain di Gunungkidul yang terdampak kekeringan. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua dan Wakil Ketua Forum Selara, Azzam Zharfan dan Ghozy Al Kautsar, mengatakan gerakan Urip Lan Nguripi menjadi bentuk kepedulian pelajar terhadap persoalan sosial di lingkungan mereka.
Forum Selara digagas oleh sejumlah SMA dan SMK di Gunungkidul, di antaranya SMA Negeri 1 Wonosari, SMA Negeri 2 Wonosari, SMA Negeri 1 Karangmojo, SMA Negeri 2 Playen, serta SMK Negeri 1 Wonosari.
“Tujuan kami membuat Forum Selara ini karena kami ingin membantu daerah-daerah di Gunungkidul yang terdampak kekeringan dengan melakukan dropping air bersih ke daerah-daerah yang membutuhkan. Kegiatan ini akan dilakukan secara bertahap, tidak hanya satu kali, tetapi dibagi menjadi beberapa tahap secara terus-menerus,” ujar Azzam Zharfan dan Ghozy Al Kautsar.
Melalui gerakan ini, para pelajar berharap bantuan air bersih dapat meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan. Inisiatif tersebut sekaligus menunjukkan peran generasi muda dalam membangun kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.










