TVRINews, Yogyakarta
Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Gunung Merapi. Api yang sempat berhasil dipadamkan pada Selasa malam kembali muncul pada Rabu pagi dan merambat ke kawasan yang lebih tinggi.
Hingga Rabu sore, petugas masih menemukan sejumlah titik api. Proses pemadaman terkendala medan yang terjal serta hembusan angin yang cukup kencang, sehingga api berpotensi kembali menjalar.
Petugas harus menarik dan menyambung selang hingga ratusan meter untuk menjangkau titik kebakaran. Sementara tim lainnya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia, sekaligus membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api.
Kepala Taman Nasional Gunung Merapi, Tutut Heri Wibowo, mengatakan titik api kembali ditemukan di kawasan POD 4 dengan kobaran yang cukup besar. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Di titik lain, tepatnya di POD 4, kembali muncul api yang cukup besar. Tim yang sebelumnya melakukan penanganan dari bawah kemudian bergerak ke atas. Karena kobaran cukup besar, pemadaman menjadi lebih sulit dan api akhirnya merambat hingga mendekati POD 5,” ujar Tutut Heri Wibowo.
Api membakar vegetasi yang didominasi pohon pinus dan semak belukar. Kondisi vegetasi yang kering serta angin kencang membuat api lebih mudah menjalar.
Tim gabungan terus melakukan pemadaman sekaligus memantau pergerakan api untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
Dukungan armada tangki juga dikerahkan ke lokasi. Sedikitnya lima unit kendaraan tangki digunakan untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan di area yang terdampak.
Kawasan Resort Srumbung memiliki luas sekitar 400 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 30 hektare dilaporkan terdampak kebakaran.
Setelah api dikendalikan, petugas melakukan pendinginan dan penyisiran di sejumlah titik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Hingga Rabu malam, tim gabungan masih bersiaga di kawasan Gunung Merapi. Pemantauan terus dilakukan terhadap titik-titik api untuk memastikan kobaran tidak kembali meluas.










