TVRINews, Yogyakarta
Di tengah padatnya kawasan perkotaan, budidaya lebah madu tetap dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan terbatas. Hal ini dilakukan anak-anak Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta sebagai sarana pembelajaran sekaligus pengembangan keterampilan.
Budidaya lebah madu tersebut telah berjalan selama tiga bulan terakhir. Anak-anak panti secara rutin merawat koloni lebah hingga masa panen yang dilakukan setiap dua pekan sekali. Dari setiap panen, madu yang dihasilkan rata-rata mencapai 200 hingga 500 gram.
Jenis lebah yang dibudidayakan adalah Apis mellifera, salah satu jenis lebah madu yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Untuk memenuhi kebutuhan pakan, lebah mencari nektar dari berbagai tanaman di sekitar lingkungan panti. Bahkan, lebah jenis ini mampu menjangkau area hingga radius empat kilometer untuk mencari sumber bunga.

Dalam proses perawatan, anak-anak panti harus rutin melakukan pemeriksaan terhadap kotak lebah. Gangguan seperti serangan semut dan cicak menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi agar koloni lebah tetap berkembang.
Selain dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi penghuni panti, madu hasil panen juga mulai dipasarkan kepada masyarakat sekitar dengan harga sekitar Rp75 ribu per botol.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang meninjau langsung kegiatan tersebut mengapresiasi upaya panti dalam menciptakan lingkungan produktif melalui budidaya lebah madu. Menurutnya, keberadaan lebah juga berperan penting dalam menjaga ekosistem perkotaan melalui proses penyerbukan.
"Budidaya lebah ini tidak mudah. Saya memberikan apresiasi karena panti asuhan ini mampu membangun ekosistem baru yang produktif, menciptakan lingkungan hijau, sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Ke depan, keterampilan ini bisa menjadi bekal kehidupan bagi anak-anak panti," ujar Hasto.
Ia menambahkan, pengembangan budidaya lebah madu sejalan dengan upaya menciptakan ekosistem hijau di Kota Yogyakarta yang menghadapi tantangan polusi udara akibat aktivitas perkotaan.
Sementara itu, pengelola budidaya lebah madu, Bambang, mengatakan hasil panen kini sudah dapat dilakukan secara rutin.
"Hasilnya sudah bisa dipanen. Untuk rasa madunya manis, dengan kadar air yang masih cukup tinggi," kata Bambang.
Saat ini, Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta memiliki 11 kotak lebah madu. Jumlah tersebut rencananya akan terus ditambah setelah anak-anak panti semakin terampil dalam melakukan perawatan.
Ke depan, pengembangan budidaya lebah madu juga akan diarahkan ke lahan-lahan milik persyarikatan yang lebih luas agar manfaat ekonomi dan edukasi dari program tersebut semakin berkembang.









