TVRINews, Magelang
Hutan di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terbakar akibat guguran lava pijar yang meluncur ke arah barat, Selasa petang. Guguran lava pijar tersebut mengarah ke tiga alur sungai, yakni Sungai Senowo, Sungai Lamat, dan Sungai Blongkeng.
Rekaman kamera pengawas milik Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta memperlihatkan aktivitas guguran lava pijar Gunung Merapi.
Guguran terjadi sekitar pukul 18.13 WIB dan mengarah ke sektor barat, tepatnya menuju tiga alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, yakni Sungai Senowo, Sungai Lamat, dan Sungai Blongkeng di wilayah Kabupaten Magelang.
Guguran lava pijar tersebut kemudian memicu kebakaran di kawasan hutan lereng Gunung Merapi. Namun, api tidak berlangsung lama. Sekitar 15 menit setelah kebakaran terjadi, titik api langsung padam dan tidak merembet ke kawasan hutan milik Taman Nasional Gunung Merapi.
Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang, Bani Abdillah, mengatakan pihaknya menerima informasi dari Pos Pengamatan Gunung Merapi terkait guguran lava pijar yang mengarah ke sektor barat.
“Kami mendapat informasi dari Pos Pengamatan Gunung Merapi bahwa telah terjadi guguran lava pijar yang mengarah ke barat, ke tiga alur sungai, yakni Senowo, Blongkeng, dan Lamat. Kejadian sekitar pukul 18.14 WIB. Dampak dari guguran lava pijar itu membakar hutan di lereng Merapi. Akan tetapi, sekitar 15 menit kemudian api berhasil padam dan tidak membakar hutan milik Taman Nasional Gunung Merapi,” ujar Bani Abdillah, Rabu, 2 September 2026.
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di wilayah yang berpotensi bahaya, terutama di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi guguran lava, awan panas guguran, serta banjir lahar hujan.









